Kaltimkita.com, SAMARINDA - Kompetensi kepemimpinan aparatur sipil negara menjadi elemen penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang efektif dan responsif. Tantangan pelayanan publik yang semakin kompleks menuntut lahirnya pemimpin birokrasi yang visioner, adaptif, dan berorientasi pada hasil.
Kualitas tersebut tercermin dari capaian pejabat Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan 28. Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama asal Kaltim berhasil menembus jajaran terbaik secara nasional dan meraih penghargaan bergengsi pada akhir pelatihan.
Kepala BPKAD Kaltim, Ahmad Muzakkir berhasil menempati posisi tertinggi, sementara Wakil Direktur RSUD Abdoel Wahab Sjahranie dan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Kaltim Dasmiah masing-masing berada di peringkat keempat dan kelima.
Capaian tersebut semakin mempertegas peran Kalimantan Timur sebagai daerah yang konsisten mendorong pengembangan sumber daya manusia aparatur. Selain Kaltim, peserta dari Otorita Ibu Kota Nusantara dan Pemerintah Kota Balikpapan juga masuk dalam jajaran lima besar terbaik.
Pengumuman dan penyerahan penghargaan dilakukan pada acara penutupan PKN Tingkat II Angkatan 28 yang berlangsung di Aula Utama BPSDM Kaltim, dengan dihadiri unsur pemerintah pusat dan daerah, serta perwakilan Gubernur Kalimantan Timur.
Gubernur Kalimantan Timur melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kaltim M. Syirajuddin menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya program pengembangan kepemimpinan yang dinilai strategis bagi pembangunan birokrasi daerah.
“Program ini bukan sekadar pelatihan, melainkan bagian dari proses menyiapkan pemimpin birokrasi yang mampu mengambil keputusan strategis di masa depan,” demikian disampaikan dalam sambutan tersebut.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Muhammad Taufiq mengingatkan para peserta bahwa tanggung jawab kepemimpinan justru dimulai setelah berakhirnya program pelatihan.
“Saudara sekalian telah melalui proses pembelajaran yang panjang, dan tantangan berikutnya adalah bagaimana menerapkan nilai-nilai kepemimpinan tersebut di lingkungan kerja masing-masing,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi melaporkan bahwa PKN Tingkat II Angkatan 28 diikuti oleh 30 peserta dari berbagai instansi pemerintah, baik pusat maupun daerah, dengan total durasi pembelajaran mencapai lebih dari seratus hari melalui metode pembelajaran terpadu.
Rangkaian penutupan pelatihan juga dirangkai dengan peluncuran pengembangan ASN Corporate University di sejumlah pemerintah daerah, sebagai langkah memperkuat sistem pembelajaran aparatur yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan organisasi. (den/adv diskominfokaltim)


