Kaltimkita.com, SAMARINDA – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kalimantan Timur, M. Faisal, mengingatkan para jurnalis untuk lebih cermat dan bertanggung jawab dalam menyusun pemberitaan, khususnya di era digital yang serba cepat dan terbuka.
Menurut Faisal, arus informasi yang begitu deras saat ini menuntut wartawan tidak hanya mengandalkan judul atau potongan informasi, tetapi juga memahami konteks secara utuh sebelum dipublikasikan kepada masyarakat.
“Dibaca baik-baik ya, dipahami secara menyeluruh. Jangan hanya lihat judulnya saja lalu langsung ditulis. Buka isinya, pelajari sampai bawah, baru kemudian disimpulkan,” ujar Faisal kepada awak media di Samarinda, Selasa (5/5/2026).
Ia menekankan bahwa informasi yang beredar, terutama melalui platform daring, dapat diakses oleh siapa saja, baik di tingkat lokal, nasional, hingga internasional. Oleh karena itu, kesalahan dalam memahami atau menyampaikan informasi berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.
“Ini kan era online, terbuka untuk siapa saja, bahkan seluruh dunia bisa membaca. Jadi tidak bisa asal menerima informasi yang tidak jelas. Harus dibaca, dibuka secara utuh, diperhatikan isinya, baru ditulis,” tegasnya.
Faisal juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dalam dunia jurnalistik, terutama bagi wartawan yang sudah berpengalaman.
Ia menilai, kemampuan analisis dan ketelitian seharusnya menjadi standar dasar dalam menyusun berita yang akurat dan berimbang.
“Apalagi yang sudah mengikuti UKW baik yang muda, madya, utama dan ahli, yang sudah berpengalaman, jangan hanya melihat angka atau hal yang sensasional saja. Jangan terlihat hanya ‘duitnya’ saja, tetapi pahami keseluruhan konteksnya,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi upaya peningkatan kualitas pemahaman informasi yang terus dilakukan, termasuk berbagai forum diskusi dan klarifikasi yang digelar untuk memberikan penjelasan lebih komprehensif kepada publik dan media.
“Penjelasan-penjelasan sudah disampaikan, bahkan sudah ada pencerahan di berbagai kesempatan. Tinggal bagaimana kita membiasakan diri untuk membaca dengan baik, bukan sekadar mengkritik tanpa dasar,” ujarnya.
Faisal juga memastikan bahwa pihaknya terbuka terhadap komunikasi dan klarifikasi dari media. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya responsif terhadap kebutuhan informasi, selama dalam kondisi yang memungkinkan.
“Kalau saya tidak bisa dihubungi, biasanya memang sedang dalam perjalanan, misalnya naik pesawat. Selain itu, saya pastikan selalu merespons. HP saya tidak pernah dimatikan,” pungkasnya. (Hyi)


