Tulis & Tekan Enter
images

Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi (Hyi/Kaltimkita.com)

Dispar Kaltim Dorong Danau Semayang Jadi Andalan Wisata Mahakam Tengah

Kaltimkita.com, SAMARINDA - Keindahan Danau Semayang di Desa Semayang, Kecamatan Kenohan, Kutai Kartanegara (Kukar), terus menjadi magnet wisata di kawasan Daerah Mahakam Tengah (DMT). Destinasi ini menawarkan panorama alam khas Kalimantan Timur (Kaltim), mulai dari hamparan air luas, aktivitas nelayan tradisional, hingga momen matahari terbenam yang memikat.

Tak hanya itu, keberadaan pesut Mahakam juga menjadi daya tarik utama yang membuat wisatawan rela menempuh perjalanan jauh untuk menikmati pengalaman langka tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan pihaknya terus berupaya memperkuat pengembangan kawasan Danau Semayang melalui berbagai skema, termasuk kerja sama lintas daerah dan dukungan fasilitas.

“Danau Semayang ini kita kerjasama dengan teman-teman di Kukar. Salah satu penguatan di situ, kemarin kita rencanakan hibah, seperti perahu dan beberapa bangunan untuk mendukung kawasan wisata,” ujarnya saat ditemui, Rabu (6/5/2026). 

Namun, Ririn mengakui pengembangan destinasi wisata saat ini menghadapi tantangan efisiensi anggaran. Hal itu membuat strategi penguatan pariwisata harus disesuaikan dengan prioritas pembangunan daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Kalau untuk penguatan sekarang memang disesuaikan dengan RPJMD dan kepala daerah terpilih. Tapi kawasan itu tetap tidak kita tinggalkan. Teman-teman dari Dispar Kukar juga tetap memberikan treatment di sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebelumnya kegiatan event rutin menjadi salah satu pengungkit kunjungan wisata. Namun kini, pendekatan tersebut mulai bergeser dengan melibatkan komunitas lokal.

“Memang kendalanya sekarang di anggaran. Untuk event kita lebih mengarah ke komunitas, jadi mereka mencari support, kita fasilitasi tempat. Ini masih bertumbuh,” katanya.

Menurut Ririn, ke depan penguatan akan difokuskan pada kelompok sadar wisata (Pokdarwis) dan desa wisata agar pengelolaan lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Ke depan kita lihat apakah penguatan di Pokdarwis atau desa wisata. Itu masuk dalam perencanaan juga,” tambahnya.

Dalam promosi, Danau Semayang kini kerap dipaketkan bersama destinasi lain di kawasan Mahakam Tengah, seperti Desa Wisata Pela yang dikenal sebagai habitat pesut Mahakam.

“Biasanya teman-teman travel menjadikan satu paket, ke konservasi Desa Pela dan Danau Semayang. Itu searah, jadi menarik untuk wisatawan,” jelas Ririn.

Selain wisata alam dan konservasi, aktivitas wisata berbasis pengalaman juga mulai berkembang di kawasan tersebut. Salah satunya adalah paddling atau wisata dayung yang kini mulai diminati wisatawan.

“Di Danau Semayang sudah ada paddling juga. Jadi bukan cuma di Sungai Mahakam, tapi di danau juga sudah mulai ada aktivitas wisata seperti itu,” ungkapnya.

Meski masih menghadapi keterbatasan, Ririn optimistis Danau Semayang tetap memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi unggulan di Kaltim, dengan dukungan kolaborasi pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.

“Penguatan tetap kita lakukan sambil jalan. Nanti kita cari juga dukungan sponsorship untuk pengembangan ke depan,” pungkasnya.(Hyi)



Tinggalkan Komentar

//