Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Warga di Jalan 21 Januari Gang Family RT 54, Kelurahan Baru Tengah, Kecamatan Balikpapan Barat, masih bertahan di sekitar rumah mereka yang rusak setelah hujan deras disertai angin kencang melanda tadi malam, Senin (19/1/2026).
Diketahui, peristiwa cuaca itu menyebabkan dua unit rumah mengalami kerusakan berat, sementara dua unit rumah lainnya terdampak runtuhan.
Total warga yang terdampak mencapai tujuh kepala keluarga atau 22 jiwa. Dari jumlah tersebut, empat kepala keluarga dengan 13 jiwa menempati rumah yang rusak berat, sedangkan tiga kepala keluarga dengan sembilan jiwa berasal dari rumah yang terdampak runtuhan.
Salah satu warga terdampak, Ana (28), pemilik rumah dengan tingkat kerusakan berat, menceritakan bahwa angin kencang datang lebih dahulu sebelum hujan deras mengguyur. Seingatnya, kejadian itu berlangsung sesaat setelah waktu salat Isya.
"Anginnya berputar dan kencang dulu, baru hujan deras. Barang-barang langsung basah karena tidak sempat diselamatkan," ujar Ana saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (20/1/2026).
Menurut Ana, sebagian bangunan rumahnya sudah ambruk sebelum hujan turun dengan intensitas tinggi. Saat angin mulai mengangkat atap rumah, warga langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.
"Kami sempat lari karena anginnya kuat. Rumah sudah roboh sebagian. Kalau mama tidak langsung dibawa suami saya, mungkin bisa kena, tapi langsung dibawa jadi selamat," ucapnya.
Seluruh penghuni rumah berhasil selamat dari peristiwa tersebut. Namun, seorang keponakan Ana mengalami luka ringan di bagian kepala setelah tertimpa kayu saat kejadian.
Kerusakan paling parah terjadi pada atap dan dinding rumah, terutama di bagian ruang tamu. Hingga kini, kondisi di dalam rumah masih dipenuhi barang-barang yang belum sempat dievakuasi.
Sebagai penanganan sementara, keluarga memasang terpal sebagai atap darurat untuk mengantisipasi hujan susulan.
Mereka memilih tidak mengungsi dan tetap berada di sekitar rumah terdampak. Pada malam hari, keluarga bermalam di sebuah gudang yang dialihfungsikan dan berada tepat di samping rumah terdampak.
Ana yang telah menetap di kawasan tersebut sejak 2004 mengaku belum dapat memperkirakan total kerugian material yang dialami. Ia menyebut peristiwa kali ini sebagai yang terparah dibanding kejadian sebelumnya.
"Kalau dulu hujan dan angin tidak pernah sampai begini. Kali ini seng benar-benar terangkat dan rumah sampai roboh. Ini parah sekali," katanya.
Pasca kejadian, aliran listrik di rumah tersebut langsung dimatikan secara mandiri melalui meteran demi keselamatan. Hingga saat ini, pasokan listrik belum kembali menyala.
Seorang petugas PLN yang berada di lokasi membenarkan adanya pemutusan sementara aliran listrik pada rumah yang terdampak. Langkah itu dilakukan karena kondisi bangunan masih terbuka dan dinilai berisiko.
"Kami putuskan aliran listrik sementara karena bangunannya belum aman. Kalau sudah ada bangunan atau kondisinya memungkinkan, baru bisa disambung lagi. Ini khusus untuk satu rumah yang roboh," jelas petugas PLN tersebut. (zyn)


