Catatan Rusdiansyah Aras
LEBARAN baru saja berlalu, aroma ketupat mungkin masih terasa di meja makan sebagian besar masyarakat. Namun, bagi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud, tidak ada istilah santai dalam kamus pelayanannya. Beliau memilih langsung "tancap gas" turun ke lapangan pada Rabu (25/3/2026) untuk memastikan urusan paling mendasar rakyat Kaltim terpenuhi: Kesehatan.
Langkah inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan ini patut kita beri acungan jempol. Bukan sekadar seremoni, gerak cepat ini menunjukkan bahwa nakhoda baru Kaltim ini sadar betul bahwa penyakit tidak mengenal kalender libur.

Sinergi dan Kepedulian Keluarga
Ada pemandangan menarik dalam kunjungan kali ini. Gubernur didampingi oleh istri tercinta, Hj. Syarifah Suraidah, yang juga merupakan Anggota DPR RI. Kehadiran beliau bukan hanya sebagai pendamping suami, melainkan representasi pengawasan legislatif pusat terhadap fasilitas kesehatan di daerah. Sinergi ini diperkuat dengan hadirnya tim inti Pemprov:
Sri Wahyuni (Sekprov Kaltim)
Muzakir (Kepala BPKAD)
Dasmiah (Karo Kesra)
Hadirnya pejabat lintas sektor ini menandakan bahwa Gubernur ingin setiap kendala yang ditemukan di lapangan—baik soal anggaran, administrasi, maupun pelayanan—bisa langsung dicatat dan dicarikan solusinya saat itu juga.
Menjawab Lonjakan Pasien 40%
Gubernur menemukan fakta di lapangan bahwa pasca Idulfitri, terjadi lonjakan pasien hingga 30–40%. Angka yang tidak sedikit. Kendala klasik seperti keterbatasan tenaga medis akibat masa cuti dan studi menjadi sorotan tajam beliau.
Rencana evaluasi kebijakan pembatasan cuti dokter saat hari besar adalah langkah berani dan rasional. Pelayanan publik, terutama yang menyangkut nyawa manusia, memang tidak boleh defisit personel di saat masyarakat paling membutuhkan.
Harapan Baru: Gedung Jantung Terpadu
Kabar paling menggembirakan dari sidak ini adalah kepastian operasional Gedung Jantung Terpadu pada akhir April 2026 mendatang. Dengan kapasitas sekitar 100 tempat tidur, fasilitas ini akan menjadi oase bagi penderita penyakit jantung yang jumlahnya cukup tinggi di Bumi Etam.
Ini adalah bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur kesehatan di bawah kepemimpinan Rudy Mas'ud tidak hanya berhenti pada fisik bangunan, tapi hingga ke aspek fungsionalitasnya demi mengurai kepadatan pasien.
Penutup
Apa yang dilakukan Rudy Mas'ud hari ini adalah pesan kuat bagi seluruh jajaran ASN di Kalimantan Timur: Pelayanan masyarakat adalah prioritas utama. Gerak cepat ini adalah modal sosial yang penting untuk membangun kepercayaan publik bahwa Kaltim berada di tangan yang tepat.
Selamat bekerja, Pak Gubernur! Rakyat menunggu aksi nyata berikutnya.(rd)


