KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Gagasan menjadikan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai lokasi Musyawarah Besar (Mubes) Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) 2026 dinilai bukan semata pilihan tempat, melainkan upaya menempatkan alumni perguruan tinggi sebagai aktor penting dalam narasi pembangunan nasional.
Rektor Universitas Balikpapan (Uniba) Dr. Isradi Zainal mengemukakan ide tersebut dalam forum informal alumni usai Rapat Koordinasi IKA Unhas di Makassar, awal Januari 2026. Menurutnya, Mubes di IKN dapat menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kesiapan jejaring alumni Unhas mengambil peran nyata dalam fase awal pembangunan pusat pemerintahan baru Indonesia.

“Kalau Mubes digelar di IKN, pesannya kuat. Alumni tidak hanya berkumpul, tapi hadir dan terlibat dalam babak baru pembangunan bangsa,” ujar Isradi kepada Pelakita.ID.
Isradi yang juga alumni Teknik Perkapalan Unhas dan Ketua IKA Unhas Wilayah Kalimantan Timur menilai, IKN menawarkan ruang aktual untuk mengonsolidasikan gagasan, jejaring, dan kontribusi alumni lintas sektor. Keberadaan IKN sebagai kawasan strategis nasional membuka peluang dialog langsung antara komunitas akademik dan pengelola kebijakan pembangunan.
Dalam pandangannya, Mubes di IKN berpotensi menjadi ajang diplomasi intelektual alumni Unhas dengan Otorita IKN, terutama dalam isu-isu strategis seperti pembangunan berkelanjutan, tata kota, lingkungan, hingga penguatan sumber daya manusia.
Selain itu, posisi IKN yang berada di tengah Indonesia dinilai mencerminkan semangat pemerataan dan kebangsaan. “Secara geopolitik, ini simbol persatuan. Secara sosial, Kalimantan memiliki basis alumni Unhas yang kuat dan siap mendukung kegiatan berskala nasional,” katanya.
Usulan tersebut disampaikan di hadapan sejumlah alumni, antara lain Mulawarman (FEB Unhas), Ketua IKA Ikatek Muhammad Sapri Pamulu, Prof. Muhammad Yusuf (Peternakan), Dedy (Ikatek), dan Salman (Farmasi). Kehadiran lintas generasi alumni itu memperkuat gagasan bahwa Mubes bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ruang konsolidasi peran alumni di tingkat nasional.

Isradi menambahkan, penyelenggaraan Mubes di IKN juga dapat menjadi bagian dari promosi awal kawasan tersebut sebagai pusat pemerintahan baru, sekaligus etalase kolaborasi antara negara, perguruan tinggi, dan jejaring alumni.
“Ide ini sudah saya sampaikan ke Ketua Umum. Tinggal bagaimana pengurus pusat melihatnya sebagai peluang strategis jangka panjang,” ujarnya.
Dengan demikian, opsi IKN kini mengemuka sebagai alternatif serius selain Makassar dan Jakarta dalam penentuan lokasi Mubes IKA Unhas 2026—bukan hanya karena kesiapan teknis, tetapi juga karena makna simbolik dan dampak kebangsaannya. (*)


