Tulis & Tekan Enter
images

Kariangau Andalkan Jumantik dan Peran Warga Cegah DBD

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya menjaga lingkungan tetap sehat dari ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD) terus dilakukan di Kelurahan Kariangau. Meski tidak memiliki program besar yang bersifat khusus, pemerintah kelurahan memastikan langkah pencegahan tetap berjalan melalui pendekatan sederhana namun konsisten.

Lurah Kariangau, Singgih Aji Wibowo, menjelaskan bahwa penanganan DBD di wilayahnya bertumpu pada kekuatan masyarakat, terutama kader posyandu dan tenaga kesehatan puskesmas yang rutin melakukan pemantauan jentik nyamuk atau jumantik.

“Kalau untuk DBD, kami memang tidak punya program khusus dari kelurahan. Yang ada itu kegiatan pemantauan jentik yang dilakukan rutin. Ada juga penggunaan alat perangkap nyamuk dari puskesmas,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

7c654530-d744-4ea9-9e94-06c571630ada

Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi faktor kunci dalam menekan potensi penyebaran DBD. Melalui pemantauan berkala, kader dapat lebih cepat mendeteksi adanya jentik nyamuk di lingkungan warga sekaligus memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kebersihan, terutama pada tempat penampungan air.

Singgih menambahkan, karakteristik penyebaran DBD berbeda dengan persoalan kesehatan lainnya seperti stunting. DBD cenderung muncul secara lokal dalam skala kecil atau klaster, tergantung kondisi lingkungan di masing-masing wilayah.

“DBD ini sifatnya sangat lokal. Kalau satu RT lingkungannya bersih dan air mengalir baik, biasanya kasus rendah. Tapi kalau ada jentik yang tidak terpantau, bisa muncul kasus,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa hingga saat ini kondisi di Kariangau masih dalam kategori terkendali. Meski demikian, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, terutama menjelang musim penghujan yang menjadi periode rawan berkembangnya nyamuk.

Pemerintah kelurahan terus mengimbau warga untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan langkah sederhana seperti menguras, menutup, dan mendaur ulang tempat penampungan air. Selain itu, masyarakat juga didorong aktif berpartisipasi dalam kegiatan pemantauan jentik di lingkungan masing-masing.

“Kalau kita semua peduli, DBD ini bisa ditekan. Kuncinya tetap di kebersihan lingkungan dan pemantauan jentik secara rutin,” tegasnya.

Dengan pendekatan berbasis partisipasi masyarakat, Kelurahan Kariangau optimistis upaya pencegahan DBD dapat terus berjalan efektif. Konsistensi dan kesadaran bersama dinilai menjadi fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit.(ref)



Tinggalkan Komentar

//