Tulis & Tekan Enter
images

Kartini Sehat, FORHATI Balikpapan Dorong Pola Asuh Anak Berakhlak dan Mandiri di Era Digital

KaltimKita.com, Balikpapan – Dalam rangka memperingati Hari Kartini 2026, Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Majelis Daerah Kota Balikpapan menggelar kegiatan bertajuk “Kartini Sehat: Mendidik Anak Berakhlakul Karimah dan Mandiri di Era Digital”, Selasa (28/4/2026), di Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan.

Kegiatan ini dihadiri hampir 200 peserta yang didominasi oleh para guru pendidikan anak usia dini yang tergabung dalamHIMPAUDI, IGRA, dan IGTKI, serta dihadiri unsurorganisasi perempuan, perangkat daerah, hingga kaderFORHATI se-Kalimantan Timur.

Hadir sebagai keynote speaker, Bunda PAUD Kota Balikpapan sekaligus Dewan Penasehat FORHATI, Ibu Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, S.E, yang juga merupakan istriWali Kota Balikpapan. 

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Nurlena menegaskan bahwaperan perempuan, khususnya ibu dan pendidik PAUD, sangat strategis dalam membentuk karakter generasi di tengahderasnya arus digitalisasi.

“Di era digital saat ini, anak-anak memiliki akses luas terhadap teknologi. Ini menjadi peluang sekaligus tantangan. Karena itu, penting bagi kita menanamkan nilai akhlakul karimah sejak dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, dan berakhlak mulia,” ungkapnya.

Ia juga berharap kegiatan seperti ini mampu memperkuat peran keluarga sebagai lingkungan utama dalam pendidikan karakter anak.

Dalam kegiatan tersebut, FORHATI juga menyampaikan apresiasi kepada Ibu Nurlena atas penghargaan yang baru saja diraihnya sebagai penerima penghargaan dalam ajang Anugerah puspa 2026 yang dilaksanakan oleh Kompas TV untuk kategori Puspa Cita Apresiasi bagi Ketua Tim Penggerak PKK Kota, yang dinilai sebagai bentuk nyata kontribusi perempuan dalam pembangunan masyarakat.

Dra. Hasnah Hairani, Apt.,M.Kes selaku Ketua panitia menyampaikan “Hari Kartini bukan hanya mengenang perjuangan masa lalu, tetapi bagaimana kita melanjutkannya dalam konteks kekinian, terutama dalam mendidik generasi di tengah tantangan digital,” ujar panitia.

Ia menambahkan bahwa anak-anak saat ini tumbuh dalamlingkungan digital yang tidak terpisahkan dari gadget, sehingga diperlukan pendekatan pola asuh yang bijak dan seimbang.

Peserta yang didominasi guru PAUD menjadi fokus utama kegiatan ini. FORHATI menilai para pendidik usia dini memiliki peran krusial sebagai pembentuk karakter anak di masa emas perkembangan.Dalam sambutan Koordinator Presidium FORHATI Balikpapan, Dr. Andi Surayya Mappangile, SKM.,M.kes menegaskan bahwa perempuan, baik sebagai ibu maupun pendidik, adalah sekolah pertama bagi anak-anak. “Apa yang anak lihat, dengar, dan rasakan sejak dini akan membentuk karakter mereka. Karena itu, peran guru PAUD sangat penting dalam menanamkan nilai dan kemandirian,” disampaikan dalam sambutan tersebut. Lebih lanjut Kord Presidium yang juga Wakil dekan Fak Vokasi K3 Univ Balikpapan menyampaikan bahwa Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen FORHATI dalam memberdayakan perempuan serta berkontribusi dalam membangun generasi yang berakhlakul karimah dan mandiri di era digital.

Melalui kegiatan ini, FORHATI berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan pola asuh yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan ini  menghadirkan narasumber dari Biro Psikologi Dinamika Anggia Ayu Lanzar, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang menjelaskan bagaimana pola Asuh anak dalam serta Yayasan Kanker Indonesia dr Syafaah .,M. Kes yang memberikan penyuluhan terkait kesehatan reproduksi perempuan.

Materi yang disampaikan tidak hanya berfokus pada pola asuhanak, tetapi juga pentingnya menjaga kesehatan perempuansebagai fondasi keluarga.

“Perempuan yang sehat akan melahirkan generasi yang kuat,” menjadi salah satu pesan utama dalam kegiatan tersebut.

Sebagai tindak lanjut, kegiatan ini juga dirangkaikan denganpemeriksaan kesehatan berupa IVA test dan pap smear yang dijadwalkan pada beberapa tahap berikutnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen FORHATI dalammendorong pemberdayaan perempuan serta meningkatkankualitas generasi muda di Kota Balikpapan, bahwa solusitidak selalu harus dimulai dari kebijakan besar, tetapi bisa darilangkah sederhana:
menguatkan peran ibu dan guru sebagai pendidikpertama.

Dengan mengusung semangat Kartini masa kini, FORHATIBALIKPAPAN menegaskan bahwa perempuan memilikiperan sentral dalam menciptakan generasi yang berakhlakulkarimah, mandiri, dan siap menghadapi tantangan zaman. (*/and)


TAG

Tinggalkan Komentar

//