Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - SKK Migas Kalsul mencatat realisasi lifting minyak hingga November 2025 melampaui target APBN.
Kepala SKK Migas Kalimantan Sulawesi, Azhari Idris, menyampaikan bahwa realisasi lifting minyak per November 2025 telah mencapai 103 persen terhadap target APBN.
Sementara itu, capaian terhadap Work Program and Budget (WP&B) berada di angka 100 persen.
"Untuk lifting minyak sendiri, per November ini, kita sudah berada di angka 103 persen terhadap APBN nya. Kemudian terhadap WP&B capaiannya berada di angka 100 persen," ujar Azhari ditemui di Balikpapan.
Capaian lifting gas 2025 hampir 100 persen dari APBN dan melampaui target WP&B.
Azhari menyatakan optimisme bahwa pencatatan di akhir Desember 2025 akan tetap terjaga atau bahkan meningkat.
Kontribusi dari wilayah Kalimantan dan Sulawesi diharapkan dapat dipertahankan hingga akhir tahun.
Meskipun menghadapi beberapa kendala, semua hambatan tersebut dapat diatasi dengan cepat oleh tim lapangan.
"SKK Migas berharap capaian akhir Desember tetap terjaga atau meningkat hingga akhir 2025," kata Azhari.
Kendala utama yang dihadapi dalam dua minggu terakhir adalah ketepatan jadwal kedatangan kapal di terminal.
Keterlambatan kapal berpotensi mempengaruhi angka lifting. Kekhawatiran terbesar adalah jika keterlambatan tersebut hingga melewati pergantian tahun.
"Kendala utama dua pekan terakhir adalah keterlambatan kapal yang berdampak pada lifting," jelasnya.
Untuk tahun 2026, target nasional lifting minyak ditetapkan sebesar 610 ribu barel, sementara gas berada di angka 5.510 MMSCFD.
Khusus wilayah Kalsul, target lifting minyak sekitar 64.000 barel dan gas sebesar 1.425 MMSCFD.
SKK Migas Kalsul memaksimalkan lifting dengan menghabiskan stok, khususnya pada akhir tahun.
Tim akan mengoptimalkan lifting dengan mendorong minyak di pipa, termasuk di Senipah, menggunakan minyak unsettle.
Kabar positif datang dari tambahan lifting minyak kondensat di Donggi Senoro LNG (DSLNG) sejak Oktober 2025.
Hingga November, telah tercatat tambahan sekitar 150 ribu barel kondensat yang berkontribusi pada realisasi pencapaian lifting minyak di Kalsul.
"Sejak Oktober, SKK Migas mencatat tambahan sekitar 150 ribu barel lifting kondensat dari Donggi Senoro LNG hingga November," tandas Azhari. (zyn)


