Tulis & Tekan Enter
images

Kontrak Diputus, Pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat Mangkrak

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Sudah dua tahun dianggarkan, pembangunan RS Sayang Ibu di Balikpapan Barat justru terhenti di tahap awal. Kontrak proyek diputus, lelang diulang, sementara warga masih harus bergantung pada Puskesmas 24 jam dengan keterbatasan dokter dan fasilitas.

Pembangunan Rumah Sakit Sayang Ibu di Jalan Letjen Suprapto, Kelurahan Baru Ulu, Balikpapan Barat, belum menunjukkan kemajuan berarti. Hingga awal 2026, progres fisik proyek baru sekitar 20 persen, terbatas pada pancangan bangunan di sisi kiri dan kanan.

Tanah urukan bahkan belum dikerjakan. Kondisi ini membuat target operasional rumah sakit kembali mundur.

Anggota DPRD Kota Balikpapan dari dapil Balikpapan Barat, Baharuddin Daeng Lalla, memastikan kontrak dengan pelaksana proyek sebelumnya telah resmi diputus. Langkah ini diambil karena progres pembangunan dinilai tidak sesuai perencanaan.

“Proyek ini sudah dianggarkan sejak 2024 dan mulai dikerjakan 2025, tapi sampai sekarang belum menunjukkan hasil signifikan,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).

DPRD memastikan pembangunan RS Sayang Ibu akan dilanjutkan melalui mekanisme lelang ulang.

Terhentinya pembangunan RS Sayang Ibu berdampak langsung pada warga Balikpapan Barat. Harapan memiliki rumah sakit rujukan di wilayah sendiri belum terwujud.

Untuk sementara, masyarakat masih mengandalkan Puskesmas yang beroperasi 24 jam. Namun DPRD mengakui, ketersediaan dokter masih terbatas dan perlu pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan.

“Minimal harus ada dokter yang standby. Kami terus mendorong itu,” kata Baharuddin.

Selain soal layanan kesehatan, DPRD juga menerima laporan warga terkait retaknya rumah di sekitar lokasi proyek akibat aktivitas pembangunan sebelumnya.

Laporan tersebut telah diteruskan ke dinas teknis agar ada penyelesaian yang adil bagi warga terdampak.

“Ini menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Harus ditindaklanjuti,” tegasnya.

DPRD Kota Balikpapan menegaskan akan mengawal proses lelang ulang agar berjalan terbuka dan menghasilkan kontraktor yang benar-benar mampu menyelesaikan proyek sesuai standar.

Bagi warga Balikpapan Barat, RS Sayang Ibu bukan sekadar bangunan, tetapi harapan akses layanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan layak. (rep)



Tinggalkan Komentar

//