Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Tim gabungan kepolisian melakukan penyelidikan di TKP dugaan perampokan Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan, Senin (15/12)

Korban Belum Bisa Dimintai Keterangan, Polisi Surati Kantor Pos untuk Buka Komputer di TKP

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pihak kepolisian masih dalam rangkaian penyelidikan dugaan perampokan di Kantor Pos KCP Sepinggan Sabtu (13/12) lalu. 

Terbaru, mereka bersurat ke pihak Kantor Pos untuk membantu membuka komputer di Kantor Pos KCP Sepinggan, termasuk untuk menyelidiki kerugian yang timbul pasca insiden. 

Kapolsek Balikpapan Selatan, AKP Abu Sangit, melalui Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, IPTU Iskandar Ilham, menjelaskan langkah tersebut sebagai bagian dari proses penyelidikan.

"Kami masih bersurat ke Kantor Pos untuk membuka komputer yang ada di Kantor Pos Sepinggan ini," ungkap Iskandar, Senin (15/12). 

Disamping itu, dalam perkembangan penyelidikan, jumlah saksi yang diperiksa mengalami penambahan.

Sementara ini, saksi bertambah satu orang sehingga totalnya menjadi tiga saksi yang telah diperiksa oleh penyidik. 

Saksi-saksi tersebut berasal dari berbagai pihak yang terkait dengan kejadian.

Dirangkum media ini, asal saksi yang telah diperiksa diantaranya saksi yang melihat kejadian pertama kali, anak korban, serta salah satu masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Ketiga saksi ini diharapkan dapat memberikan informasi penting untuk mengungkap kasus dugaan perampokan yang menimpa pegawai Kantor Pos berinisial SK (52) tersebut.

"Mungkin masyarakat yang memiliki informasi sekecil apa pun, silakan disampaikan kepada kami," ajak Iskandar. 

Pihak kepolisian, lanjut dia, juga berencana memeriksa korban yang saat ini masih dalam perawatan di rumah sakit. 

Pasalnya korban belum dapat dimintai keterangan karena kondisinya tidak memungkinkan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Secepatnya, setelah korban sembuh, kami akan meminta keterangan terkait kronologi kejadian yang dialaminya," imbuh Iskandar. 

Sementara hingga kini, tim terus melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti-bukti maupun petunjuk-petunjuk lain, baik di TKP maupun di sekitar TKP.

Iskandar menegaskan komitmen tim gabungan kepolisian untuk terus bekerja mengungkap kasus ini.

"Intinya, polisi masih bekerja. Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, dan Polsek Balikpapan Selatan tetap masih bekerja melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus yang terjadi," tegasnya.

Sementara itu, saat ditemui awak media di lokasi kejadian, Manajer Administrasi Umum Kantor Pos, Safrudin, enggan memberi komentar dan menyarankan agar mengonfirmasi langsung ke pimpinan. 

Diberitakan sebelumnya, pegawai Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan berinisial SK (52) mengalami enam luka bacok di kepala saat menjadi korban pencurian dengan kekerasan, Sabtu (13/12).

Dokter forensik RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, menyebut luka tidak terlalu dalam dan tidak menyebabkan patah tulang.

"Luka bacok terdapat di puncak kepala. Jumlahnya ada enam luka di kepala," ujarnya.

Diketahui, korban bekerja sendirian saat kejadian, sementara CCTV kantor dalam kondisi rusak.

Dimana polisi mengamankan parang, dua handphone milik korban, serta uang Rp60 ribu. (zyn) 

 

.



Tinggalkan Komentar

//