KaltimKita.com - Tim Hoki putri Balikpapan harus puas meraih medali perak dalam ajang Surabaya Trophy Open 2025. Pada babak final berlangsung di Lapangan Hoki Darmawangsa, Minggu (14/12/2025) kemarin, menelan kekalahan atas tuan rumah Surabaya dengan skor 2-1.
Ketua Federasi Hoki Indonesia (FHI) Balikpapan, Al Kuwait mengatakan, hasil ini cukup wajar. Karena Surabaya diisi 70 persen pemain yang mewakili Jawa Timur di Pekan Olahraga Nasional.
Kendala lain, lantaran hingga sekarang Balikpapan belum memiliki lapangan tetap. "Ini menjadi pekerjaan besar. Karena lawan sudah terbiasa bermain di lapangan karpet, sementara kita latihan dengan lapangan seadanya saja," ujar Al Kuwait.
Ia berharap, cabang olahraga Hoki bisa menjadi prioritas bagi Pemerintah Kota Balikpapan. Apalagi, menjadi salah satu cabor unggulan yang kerap memberikan prestasi hingga level internasional. "Semoga bisa dibangunkan tempat latihan. Sehingga program dan regenerasi atlet terus berjalan," harapnya.
Terlepas dari itu, keikutsertaan ini menjadi bagian dari program pemanasan tim sebelum turun di Porprov tahun depan. Menurutnya, Surabaya Trophy Open merupakan ajang penting karena level persaingan yang cukup tinggi.
“Ini kesempatan bagi para pemain melihat langsung kualitas lawan, terutama karena banyak klub dari luar daerah dan bahkan Australia ikut turun. Level mereka di atas kita, jadi ini sangat menantang sekaligus membuat pemain semakin antusias,” ujarnya.
Ia menegaskan, turnamen ini menjadi ajang menimba pengalaman berharga. “Karena ini open tournament, banyak pemain nasional hingga internasional yang tampil. Ini modal penting bagi atlet-atlet Balikpapan untuk meningkatkan mental bertanding,” tutupnya. (and)


