Kaltimkita.com, JAKARTA – Sejumlah legenda sepak bola Indonesia bersama komunitas pencinta bola yang tergabung dalam Rembuk Sepakbola Nasional (RSN) melakukan kunjungan silaturahmi ke Kedutaan Besar Iran di Jakarta, Rabu (18/3/2026) pagi.
Dalam pertemuan tersebut, tampak hadir legenda sepak bola Indonesia Hery Kiswanto dan Rully Nere. Dari RSN, hadir koordinator Eddy Syah bersama Tengku Chairul Wisal dan Salmon Siagian.
Turut hadir pula sejumlah jurnalis senior, di antaranya M. Nigara, Yesayas Oktavianus, serta Effendi Gazali.
Rombongan disambut langsung oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, didampingi Konsul Budaya Yahya Jahan Giri dan Kepala Diplomasi Publik Reza Najafi.
Dalam kesempatan itu, para pencinta sepak bola Indonesia menyampaikan dukungan kepada Tim Nasional Iran agar dapat bertanding di ajang Piala Dunia. Mereka juga menekankan pentingnya jaminan keselamatan bagi tim dan para pendukung selama kompetisi berlangsung.
“Kami berharap Timnas Iran tetap dapat tampil di Piala Dunia mendatang, namun demikian harus ada kepastian jaminan keselamatan bagi tim dan para pendukung selama bergulinya Piala Dunia,” ungkap Koordinator RSN, Eddy Syah.
Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi menyampaikan rasa bahagia dan bangga atas dukungan yang diberikan oleh masyarakat Indonesia.
“Dukungan ini sebagai bentuk solidaritas yang sangat berarti bagi rakyat Iran,” ujar Mohammad Boroujerdi .
Sementara itu, Konsul Budaya Yahya Jahan Giri sempat mencoba menghubungi pelatih dan pemain Timnas Iran untuk menyampaikan dukungan tersebut secara langsung. Namun upaya itu belum berhasil karena perbedaan waktu, mengingat di Iran masih terlalu pagi.
Selain dukungan di bidang olahraga, para peserta juga menyatakan solidaritas terhadap Iran dalam mempertahankan kemerdekaan dan keyakinannya.
Ke depan, Kepala Diplomasi Publik Reza Najafi mengusulkan agenda pertandingan trofeo sepak bola yang melibatkan tim Kedutaan Iran, legenda sepak bola Indonesia, serta para jurnalis nasional sebagai bentuk persahabatan.
Pertemuan ini juga mencerminkan keberagaman para pencinta sepak bola Indonesia yang hadir, mulai dari berbagai suku, agama, dan daerah—dari Aceh hingga Papua—dengan semangat persatuan dalam slogan “Sepakbola Menyatukan Dunia” (Football Unites the World). (*/bie)


