Tulis & Tekan Enter
images

H Anderiy Syachrum (tengah) didampingi Arief Rahman Hakim (kiri)

Menanti Kabinet "Tancap Gas" Haji Anderiy

Oleh: Rusdiansyah Aras

MESKI genderang Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Kaltim baru akan ditabuh pada akhir April ini, arah angin tampaknya sudah terbaca. Dengan munculnya calon tunggal, suksesi kepemimpinan dari penulis kepada H. Anderiy Syachrum tinggal menunggu ketukan palu formalitas. Namun, yang jauh lebih menarik untuk diteropong saat ini bukanlah soal siapa yang terpilih, melainkan siapa saja "skwadron" yang akan mengisi gerbong kabinet masa bakti 2026-2030.

Publik olahraga Benua Etam kini menanti: siapa sosok yang akan dipercaya Haji Anderiy? Ini bukan sekadar urusan bagi-bagi kursi. Kabinet ini memikul beban sejarah untuk segera "tancap gas." Ada dua agenda raksasa yang sudah di depan mata. Pertama, menyukseskan Porprov VIII di Paser pada November 2026. Kedua, yang tak kalah krusial, membentuk skuad tangguh menuju PON 2028 NTB-NTT yang tahapannya melalui BK PON sudah dimulai sepanjang Januari hingga Desember 2027.

Pilar Strategis: Ketua Harian dan Sekum

Untuk menjaga ritme organisasi, posisi Ketua Harian membutuhkan sosok yang mampu menjembatani kebijakan internal dan eksternal. Nama Rusman Yaqub (Ketua Pengprov Bowling) muncul sebagai figur kuat dengan jam terbang birokrasi dan politik yang mumpuni. Ada juga Husinsyah, sang "petarung" yang sukses membawa Kabaddi meraih emas dan perak di PON 2024, serta sosok senior Firmanuddin Djakfar. Ketiganya adalah jaminan stabilitas organisasi.

Di pos Sekretaris Umum, Haji Anderiy butuh "mesin" yang paham detail administratif dan teknis. Akhmad Albert masih menjadi kandidat terkuat berkat pengalamannya sebagai Sekum 2022-2026 dan kedekatannya dengan 23 cabor pendukung. Namun, nama-nama muda dengan energi besar seperti Rony P (Sekum IOD/Tokoh Pemuda), Arif Rahman Hakim (Ketua Harian Perbasi Kaltim), hingga Adnan Faridhan (Ketua Futsal Kaltim/Anggota DPRD Samarinda) memberikan opsi penyegaran yang menarik bagi dinamika organisasi ke depan.

Urusan Prestasi: Ketua I dan Binpres

KONI Kaltim adalah tentang prestasi. Di posisi Ketua I (Bidang Pembinaan Prestasi), pengalaman adalah harga mati. Ego Arifin yang saat ini menjabat tetap menjadi figur sentral. Namun, kehadiran Muslimin (Kadispora Samarinda/Ketua PJSI) dan Sumarlani memberikan kedalaman opsi. Ketiganya memiliki rekam jejak panjang dalam mengelola keringat atlet menjadi emas.

Tentu, Ketua I butuh tim Binpres yang bekerja secara spartan. Deretan nama seperti Rusdiansyah (Keke), Badriansyah, Hendra Ary, Suryadi Gunawan, Alfons T. Lung, Surya Ganda, Achmad Saibi, hingga Romiansyah adalah jajaran teknokrat olahraga yang punya kapasitas membaca peta kekuatan lawan di level nasional.

Tata Kelola Organisasi: Ketua II

Sisi internal juga krusial. Ketua II yang membidangi organisasi bertugas memastikan tata kelola yang bersih dan tertib. Figur kuat yang muncul adalah Jamaludin (Ketua KONI Bontang), Ashari Abubakar (Sekum PBVSI), hingga Zulkifli (Ketua Pengprov Sambo dan Rugby). Mereka memiliki kompetensi untuk membenahi administrasi cabor agar tetap dalam koridor aturan.

Harapan untuk Kaltim

Siapa pun yang nantinya dipilih oleh Haji Anderiy, tugas berat sudah menunggu di pintu keluar Musorprov. Kita tidak punya waktu untuk fase "bulan madu" atau belajar terlalu lama. Begitu kabinet terbentuk, mereka harus langsung bekerja dalam satu frekuensi: Mempertahankan posisi Kaltim sebagai kekuatan olahraga terbaik di luar Pulau Jawa.

Nama-nama di atas memiliki kapasitas dan kompetensi yang sudah teruji. Kini, tinggal bagaimana Haji Anderiy meramu komposisi ini agar solid, harmonis, dan yang terpenting: kompetitif. Selamat bersiap untuk Musorprov, semoga sukses untuk kemajuan olahraga prestasi Kaltim! (*)



Tinggalkan Komentar

//