Tulis & Tekan Enter
images

Menjaga Tradisi Juara di Tengah Tantangan Fiskal Kaltim

Catatan: Rusdiansyah Aras

PERTEMUAN saya bersama jajaran teras KONI Kaltim dengan Sekretaris Provinsi Kaltim, Ibu Sri Wahyuni, pada Jumat (30/1) pagi tadi, bukan sekadar audiensi formal. Bagi kami, ini adalah momen "laporan pertanggungjawaban moral" atas amanah yang diberikan masyarakat Benua Etam kepada kami selama masa bhakti 2022-2026.

Mendengar apresiasi langsung dari Ibu Sekprov mengenai capaian prestasi kita, rasanya seperti mendapat asupan energi baru. Angka-angka yang kami paparkan bukan sekadar statistik; itu adalah tetesan keringat para atlet dan dedikasi pelatih di lapangan.

Refleksi Prestasi: Sebuah Lonjakan Kami bangga melaporkan bahwa grafik olahraga Kaltim terus menanjak. Lonjakan prestasi di PON XXI 2024 Aceh-Sumut—yang naik 12% dari edisi Jabar dan meroket 54% dari edisi Papua—adalah bukti bahwa pola pembinaan kita berada di jalur yang benar.

Predikat sebagai "Terbaik di Luar Pulau Jawa" pada PON Beladiri 2025 dengan 16 emas bukanlah gelar yang mudah diraih. Begitu juga kontribusi 25 atlet kita yang mengharumkan nama Indonesia di SEA Games Thailand dengan total 21 medali. Ini menunjukkan bahwa Kaltim bukan lagi sekadar partisipan, tapi lumbung atlet nasional.

Realitas dan Prioritas Namun, di balik kegemilangan itu, kita harus menapak bumi. Saya sampaikan kepada Ibu Sekprov bahwa KONI Kaltim sangat memahami kondisi fiskal daerah tahun 2026 ini. Anggaran hibah murni sebesar Rp16,5 miliar tentu jauh dari ideal jika melihat padatnya agenda kita.

Namun, mengeluh bukan gaya kami. Strategi kami jelas: Skala Prioritas. Kami akan melakukan efisiensi ketat tanpa mengorbankan kualitas pembinaan. Fokus kita adalah memastikan setiap rupiah yang keluar berdampak langsung pada prestasi. Harapan kami hanya satu, semoga NPHD 2026 bisa terealisasi paling lambat Maret mendatang agar program kerja tidak terhambat.

Menyongsong Regenerasi Tahun 2026 adalah tahun transisi sekaligus pembuktian. Agenda besar menanti:

• PON Beladiri di Manado (Juni).

• Porprov Kaltim VIII (November).

• Hingga pelaksanaan Musorprov untuk memilih estafet kepemimpinan 2026-2030.

Soliditas yang dipuji Ibu Sekprov tadi adalah modal utama saya dan rekan-rekan pengurus (Pak Husinsyah, Pak Ego, Pak Zuharie, Pak Tomy, Pak Firmanuddin, Pak Albert, Pak Fadliansyah, dan seluruh Kabid) untuk menuntaskan masa bhakti ini dengan husnul khotimah.

Tugas kita belum usai. Prestasi harus dijaga, dan martabat olahraga Kaltim harus tetap tegak di podium tertinggi. Terima kasih kepada Pemerintah Provinsi atas dukungan yang tak putus, dan terima kasih kepada seluruh insan olahraga Kaltim yang tetap setia berjuang bersama kami. (rd)



Tinggalkan Komentar

//