Tulis & Tekan Enter
images

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim.

Minat Jadi Guru Menurun, Iim Ingatkan Kekurangan Tenaga Pendidik

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Alarm kekurangan tenaga pengajar mulai terdengar di Kota Balikpapan. Minimnya minat generasi muda untuk memilih profesi guru dinilai menjadi akar persoalan yang perlu segera diantisipasi.

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim, menilai fenomena ini bukan sekadar tren, melainkan sinyal serius bagi masa depan dunia pendidikan. Ia mengungkapkan, dalam sejumlah diskusi dengan mahasiswa jurusan pendidikan, banyak yang mengakui profesi guru kurang diminati.

“Banyak yang ragu memilih jadi guru, salah satu alasannya karena dianggap penghasilannya kecil,” ujar Iim saat ditemui di kantor DPRDKotaBalikpapan, Senin (20/4/2026).

Padahal, menurutnya, peran guru tidak tergantikan. Ia menegaskan bahwa semua profesi lahir dari tangan seorang pendidik.

“Kalau tidak ada guru, tidak akan ada profesi lain. Ini profesi yang sangat mendasar,” katanya.

Di sisi lain, Iim juga menyoroti realitas di lapangan, khususnya pada jenjang PAUD dan TK. Ia menyebut sebagian besar tenaga pengajar di level tersebut masih bergantung pada lembaga swasta, dengan kesejahteraan yang jauh dari ideal.

“Kondisi guru PAUD dan TK cukup memprihatinkan. Padahal pendidikan dasar itu seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang mulai memberikan insentif serta membuka akses pendidikan sarjana bagi para guru. Namun, ia menilai kebijakan tersebut belum sepenuhnya menjawab kebutuhan di lapangan.

“Sudah ada upaya, tapi masih perlu diperkuat dan diperluas agar benar-benar dirasakan para guru, terutama di sektor swasta,” jelasnya.

Iim menekankan pentingnya strategi jangka panjang untuk menarik minat generasi muda, salah satunya melalui sosialisasi yang masif serta peningkatan kesejahteraan dan fasilitas bagi tenaga pendidik.

“Tidak bisa memaksa orang jadi guru, tapi kita bisa menciptakan kondisi yang membuat profesi ini kembali diminati,” ujarnya.

Ia pun berharap pemerintah dapat menempatkan profesi guru sejajar dengan profesi lainnya, baik dari sisi penghargaan maupun kesejahteraan.

“Kalau guru dihargai dengan layak, minat akan tumbuh dengan sendirinya. Karena pada akhirnya, masa depan bangsa ditentukan dari kualitas gurunya,” pungkas Iim. (lex)



Tinggalkan Komentar

//