Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya pengiriman bantuan kemanusiaan bagi korban banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara kini semakin dipermudah. PELNI Cabang Balikpapan secara resmi membuka layanan pengumpulan bantuan dengan fasilitas pengiriman gratis hingga ke Pelabuhan Belawan, Medan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan nasional PELNI Group untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Kepala Cabang PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menegaskan bahwa seluruh bantuan yang masuk akan dikelola dengan sistem yang rapi dan terkontrol.
“Semua bantuan akan kami data terlebih dahulu melalui PIC PELNI Balikpapan. Setelah itu, barang-barang tersebut akan kami kelompokkan sesuai label masing-masing pengirim agar tidak tertukar,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa pengiriman akan dilakukan menggunakan kapal PELNI dengan jadwal keberangkatan terdekat. “Setiap barang akan diberangkatkan dengan kapal yang rutenya mengarah ke Belawan. Kami pastikan semuanya aman sampai tujuan,” tambahnya.
Ridwan juga menerangkan bahwa rute pengiriman bantuan dari Balikpapan akan dilakukan secara bertahap melalui jalur Balikpapan – Makassar – Tanjung Priok – Belawan. Setiba di Belawan, bantuan akan diteruskan oleh jaringan distribusi yang telah dipercaya menangani penyaluran ke titik-titik bencana di Sumatera Utara.
“Rute ini adalah yang paling efektif untuk memastikan pengiriman tidak mengalami penundaan terlalu lama. Kami memaksimalkan armada yang ada agar bantuan bisa segera diterima masyarakat di lokasi terdampak,” katanya.
Ia menegaskan bahwa PELNI tetap memberlakukan ketentuan tertentu untuk menjaga ketertiban proses pengiriman.
“Setiap lembaga, komunitas, maupun instansi wajib melampirkan surat pengantar. Untuk perorangan, cukup membawa surat pernyataan bahwa barang tersebut adalah bantuan kemanusiaan,” jelas Ridwan. Ia juga menambahkan bahwa barang yang dikirim harus sesuai ketentuan.
“Kami tidak menerima barang komersial, barang berbahaya, beracun, mudah terbakar, atau barang ilegal. Ini murni untuk bantuan kemanusiaan,” tegasnya.
Terkait keamanan barang, Ridwan meminta masyarakat memperhatikan standar pengemasan. “Bantuan harus dikemas kuat, dan jika barang mudah pecah, wajib diberi label ‘Fragile’. Kami ingin barang tiba dalam kondisi baik,” ujarnya.
Pembukaan layanan pengiriman gratis ini langsung mendapat respons positif dari berbagai pihak. Sejumlah komunitas dan organisasi kemanusiaan di Balikpapan mulai menyiapkan paket bantuan untuk dikirim melalui jalur PELNI. Ridwan berharap layanan ini dapat membantu percepatan penanganan pascabencana.
“Kami mengajak masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan untuk segera menghubungi Call Center PELNI 162 atau datang langsung ke kantor PELNI terdekat. Semakin cepat dikirim, semakin cepat pula bantuan itu diterima saudara-saudara kita di Sumatera Utara,” tutupnya. (rep)


