Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Pemerintah Kelurahan Baru Ulu, Kecamatan Balikpapan Barat, melakukan pemetaan wilayah terkait ketenteraman dan ketertiban (trantib), potensi kerawanan bencana, serta kondisi lingkungan hidup. Pemetaan tersebut menjadi dasar dalam penyusunan langkah penanganan serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Lurah Baru Ulu, Abas, mengatakan bahwa pemetaan tersebut disusun untuk memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi wilayah di tingkat rukun tetangga (RT). Data tersebut mencakup sarana prasarana keamanan lingkungan, potensi gangguan ketertiban, hingga titik-titik rawan bencana.
“Peta ini kami susun sebagai bahan evaluasi sekaligus dasar perencanaan program di kelurahan. Dengan data yang lebih jelas, penanganan masalah di masyarakat bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” ujar Abas, Kamis (2/4/2026).
Dalam pemetaan tersebut, tercatat sejumlah sarana prasarana trantib seperti pos kamling yang tersebar di berbagai RT. Keberadaan pos kamling dinilai masih menjadi salah satu elemen penting dalam menjaga keamanan lingkungan melalui partisipasi masyarakat.
Selain itu, pemetaan juga mencatat beberapa potensi gangguan ketertiban masyarakat. Beberapa di antaranya meliputi peredaran minuman keras, aktivitas perjudian, penyalahgunaan narkoba, hingga perkelahian yang pernah terjadi di sejumlah RT.
Menurut Abas, data tersebut bukan untuk memberikan stigma terhadap wilayah tertentu, melainkan sebagai bentuk kewaspadaan bersama. Pihak kelurahan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat untuk meminimalkan potensi gangguan tersebut.
“Data ini justru menjadi bahan bagi kami untuk melakukan pembinaan dan pengawasan bersama masyarakat. Harapannya potensi gangguan bisa ditekan,” katanya.
Selain aspek ketertiban, pemetaan juga memuat titik-titik rawan bencana yang perlu menjadi perhatian. Beberapa potensi bencana yang tercatat di wilayah Baru Ulu antara lain kebakaran permukiman, tanah longsor, serta banjir rob di kawasan pesisir.
Abas menjelaskan bahwa kondisi geografis Baru Ulu yang memiliki wilayah berbukit sekaligus kawasan pesisir membuat potensi bencana tersebut perlu diantisipasi sejak dini.
“Beberapa RT memang berada di wilayah rawan longsor karena kontur tanahnya berbukit, sementara di kawasan pesisir ada potensi banjir rob. Karena itu kami terus mengingatkan warga agar selalu waspada,” jelasnya.
Di sektor lingkungan hidup, Kelurahan Baru Ulu juga mendata sejumlah fasilitas pendukung pengelolaan lingkungan. Di antaranya kawasan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tempat daur ulang, tempat penampungan sementara (TPS) sampah, hingga keberadaan bank sampah.
Menurut Abas, pengelolaan lingkungan menjadi salah satu fokus penting karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
“Kami mendorong partisipasi warga dalam menjaga lingkungan, termasuk melalui kegiatan bank sampah dan pengelolaan sampah di tingkat RT,” ujarnya.
Melalui pemetaan tersebut, Pemerintah Kelurahan Baru Ulu berharap upaya penanganan masalah sosial, mitigasi bencana, serta pengelolaan lingkungan dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Abas menambahkan, pihaknya juga akan terus memperbarui data wilayah secara berkala agar kebijakan yang diambil tetap sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.
"Perbaruan data berkala akan dioptimalkan minimal dalam rentan 3 bulan," pungkasnya. (ref)


