KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Upaya pemerintah pusat mendorong penerapan konsep Merdeka Belajar ternyata belum dirasakan merata di seluruh wilayah Kabupaten Berau.
Ketimpangan fasilitas pendidikan antara sekolah di pusat kota dan daerah pedalaman masih menjadi persoalan yang belum teratasi.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Vitalis Paulus Lette, menilai bahwa akses internet yang lemah, keterbatasan ruang kelas, hingga lokasi sekolah yang terpencil menjadi alasan mengapa banyak sekolah tidak mampu menerapkan sistem tersebut secara optimal.
“Dengan anggaran yang cukup besar untuk Disdik, seharusnya pendidikan dari pesisir hingga pedalaman diperhatikan. Jangan hanya di kota saja,” tegasnya.
Vitalis menekankan bahwa sektor pendidikan merupakan urusan wajib yang harus segera ditangani oleh Dinas Pendidikan.
Ia menilai bahwa berbagai permasalahan pembangunan di Berau selalu berkaitan dengan pendidikan, mulai dari kualitas tenaga pendidik hingga persoalan zonasi sekolah.
“Sekarang perjuangan masuk sekolah terdekat semakin sulit karena sistem zonasi,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah daerah harus hadir membantu sekolah-sekolah terpencil yang kekurangan sarana belajar.
Evaluasi menyeluruh dan pemerataan fasilitas menjadi kunci untuk mewujudkan pendidikan yang layak dalam kerangka Merdeka Belajar. “Dalam sektor pendidikan semua harus merata,” tutupnya. (adv)


