Tulis & Tekan Enter
images

Kasus Pelecehan Anak di Berau Menguatkan Desakan Penguatan Sistem Perlindungan Keluarga

KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Pelecehan seksual terhadap anak di Kabupaten Berau kembali disorot, menyusul meningkatnya laporan yang melibatkan pelaku dari lingkungan terdekat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa perlindungan anak tidak hanya bergantung pada hukum, tetapi juga pada ketahanan keluarga sebagai benteng utama.

Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh lagi dipandang sebagai isu insidental. “

Ini sudah persoalan serius yang harus dituntaskan,” ujarnya.

Ia menilai, banyaknya kasus yang melibatkan ayah kandung atau kerabat dekat menandakan adanya kegagalan pengawasan dan komunikasi dalam keluarga.

Berbeda dari pendekatan penanganan yang hanya berfokus pada proses hukum, Frans mendorong penguatan edukasi dini dan pemberdayaan keluarga.

Menurutnya, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) harus lebih aktif memberi pemahaman kepada anak-anak mengenai bentuk kekerasan seksual dan cara melindungi diri.

Dampak yang ditimbulkan, katanya, bukan hanya menyangkut fisik dan psikologis, tetapi juga kehidupan sosial korban.

Ia menekankan pentingnya membangun ruang aman dalam keluarga agar anak berani berbicara.

“Keluarga harus menjadi wadah anak-anak untuk bercerita dan berkeluh kesah,” tutupnya. (adv)


TAG

Tinggalkan Komentar

//