Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) telah mengoperasikan 72 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mencontohkan terdapat 13 dispenser yang tersebar di berbagai lokasi strategis di Balikpapan.
Lanjut dia, setiap dispenser SPKLU dilengkapi dengan dua nozzle yang memungkinkan dua mobil listrik melakukan pengisian daya secara bersamaan.
"Satu dispenser itu ada dua nozzle, jadi bisa ada dua mobil yang di-charge secara bersamaan," ujar Chaliq.
Untuk memastikan kesiapan operasional, seluruh SPKLU dipantau secara real-time melalui sistem dashboard.
Apabila terdapat gangguan atau SPKLU tidak siap beroperasi, sistem akan menampilkan indikator berwarna merah.
PLN kemudian akan segera menurunkan petugas untuk melakukan normalisasi.
Masyarakat dapat dengan mudah menemukan lokasi SPKLU terdekat melalui aplikasi PLN Mobile.
Aplikasi ini juga memudahkan pengguna kendaraan listrik untuk merencanakan perjalanan dengan mengetahui titik-titik pengisian daya yang tersedia di sepanjang rute.
Chaliq menyampaikan bahwa jumlah SPKLU terus ditambah seiring meningkatnya perkembangan mobil listrik dari tahun ke tahun.
Pada tahap awal, PLN masih menggunakan slow charging dan medium charging. Kini, PLN lebih fokus memasang SPKLU fast charging untuk memenuhi kebutuhan pengisian daya yang lebih cepat.
Di Balikpapan, SPKLU dengan tingkat penggunaan tertinggi berada di depan kantor PLN UID Kaltimra dan BSB.
Kedua lokasi ini merupakan SPKLU yang paling laris dengan penjualan terbaik.
Saat ini, PLN telah mengoperasikan empat unit ultra fast charging dengan kapasitas di atas 60 kWh di Balikpapan.
Sementara Di depan kantor PLN UID Kaltimra terpasang dua unit double 200 kWh, sementara di BSB tersedia unit dengan kapasitas 100 kWh.
"Rencananya, di awal tahun nanti kami akan menambahkan sembilan fast charging dan medium charging di Kaltimra, yaitu yang berkapasitas 180 kWh," pungkas Chaliq. (zyn)


