Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Pihak berwajib menyegel Kantor Pos KCP Sepinggan untuk penyelidikan, Sabtu (13/12/2025).

Sendirian Bertugas saat Dirampok, Pegawai Kantor Pos di Balikpapan Alami Enam Luka Bacok

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Pegawai Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan berinisial SK (52) yang menjadi korban pencurian dengan kekerasan pada Sabtu (13/12/2025) mengalami enam luka bacok di bagian kepala.

Dokter forensik RSKD Balikpapan, dr. Heryadi Bawono Putro, menjelaskan korban mengalami luka di bagian kepala.

“Luka bacok terdapat di puncak kepala. Jumlahnya ada enam luka di kepala,” ungkap dr. Heryadi.

Dokter Heryadi menjelaskan bahwa kedalaman luka tidak terlalu dalam karena tengkorak korban tidak mengalami patah tulang.

Luka hanya mengenai permukaan kulit dan otot saja.

Menurutnya, kemungkinan bacokan dilakukan dengan terburu-buru oleh pelaku. Saat ini luka belum dijahit dan masih dalam kondisi dibalut.

Perawatan untuk penjahitan dijadwalkan akan dilakukan pada sore hari di kamar operasi.

“Kondisi korban baik-baik saja, sehat, dan sadar. Namun memang mengeluhkan kondisi sedikit pusing,” tambah dr. Heryadi.

Manajer Administrasi Umum Kantor Pos KCP Sepinggan Balikpapan, Safrudin,menjelaskan bahwa korban bekerja sendirian di kantor pos tersebut.

Safrudin juga mengungkapkan bahwa CCTV sedang dalam kondisi rusak sehingga tidak dapat merekam kejadian.

Terkait kerugian, Safrudin menyatakan masih dalam proses perhitungan.

Yang jelas, kerugian berupa uang yang merupakan setoran pada hari kejadian, yaitu penerimaan hari itu saja.

Ia juga mengonfirmasi adanya kerusakan di bagian belakang kantor pos yang merupakan area tanah kosong.

“Untuk operasional Kantor Pos ini, nanti akan kami konfirmasi kepada atasan. Kemungkinan akan ditutup terlebih dahulu sementara waktu,” ujar Safrudin.

Sementara itu, ditemui usai olah TKP, Kanit Reskrim Polsek Balikpapan Selatan, IPTU Iskandar Ilham, memaparkan hasil olah TKP dugaan sementara adalah pencurian dengan kekerasan.

Tim Inafis mengamankan beberapa barang bukti dalam penyelidikan kasus ini.

“Tim Inafis mengamankan beberapa barang bukti, salah satunya sebilah parang,” kata Iskandar

Namun pihaknya belum mengetahui apakah parang tersebut milik korban atau milik terduga pelaku.

Lebih lanjut untuk kerusakan fisik bangunan, ditemukan di bagian belakang Kantor Pos. Selain itu, beberapa sidik jari berhasil diamankan dan akan diperiksa oleh tim Inafis untuk identifikasi pelaku.

Barang bukti lain yang diamankan adalah handphone dan uang pecahan sebesar Rp60 ribu, terdiri dari satu lembar pecahan Rp50 ribu dan dua lembar pecahan Rp5 ribu.

Iskandar menjelaskan bahwa handphone yang diamankan berjumlah dua unit dan diketahui merupakan milik korban.

Untuk sementara waktu, barang yang hilang adalah uang dan jumlah pastinya masih akan dihitung lebih lanjut.

“Sementara itu, kami dibackup oleh Jatanras Polda Kaltim, Polresta Balikpapan, serta anggota dari wilayah Balikpapan Selatan,” pungkas eks Kanit PPA Polresta Balikpapan tersebut. (zyn)



Tinggalkan Komentar

//