Tulis & Tekan Enter
images

SERAP ASPIRASI : Salah satu prioritas yang akan diperjuangkan yakni soal insentif bagi pemuka lintas agama dan progres peningkatan pembangunan sarana ibadah.

Serap Aspirasi Pemuka Lintas Agama di Desa Longnah, Mahyunadi-Kinsu Sepakati Berikan Insentif saat Terpilih Nanti

KaltimKita.com, LONGNAH – Memasuki Selasa (23/11/2020), kampanye terbuka dan terbatas dilakukan paslon bupati/wabup kutim H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu berlangsung di Desa Longnah Kecamatan Muara Bengkal Kabupaten Kutai Timur.

Turunnya paslon Bupati Kutim MaKin nomor urut 1 Mahyunadi desa Longnah didampingi perwakilan anggota DPRD Kutim dari parpol koalisi diantaranya fraksi NasDem Kakak Prayunita Utami AMd, Kakak Iyan Ipoy Fraksi NasDem, perwakilan Gerindra serta anggota DPRD Kutim Maswar fraksi golkar.

Adapun tempat berlangsungnya agenda kampanye terbuka Mahyunadi di kediaman tokoh warga setempat Abdul Kadir. Saat bertatap muka langsung dengan masyarakat yang menjadi usulan utamanya yaitu terkait insentif lintas pemuka agama seperti para guru agama khususnya guru ngaji, ulama dan pendeta.

 Tokoh warga pemuka agama seperti alim ulama, guru ngaji, imam masjid, pendeta Desa Longnah nomor satukan restu dan doanya konsisten memenangkan paslon bupati/wabup Kutim nomor urut 1 Mahyunadi-Kinsu pada Rabu 9 Desember 2020 terpilih bupati wabup Kutim.

“Sebelumnya memang pernah ada insentifnya, akan tetapi pada perjalanannya, lama kelamaan malah tidak ada. Untuk itu menimbulkan pertanyaan kembali dari kalangan lintas pemuka agama di Longnah ini,” terang Mahyunadi saat menyerap aspirasi dari pemuka agama Islam maupun Nasrani di wilayah tersebut.

Menjawab pertanyaan usulan tersebut jika nantinya terpilih, akan menjadi suatu keharusan untuk dapat mengembalikan hak-hak seperti insentif para pemuka lintas agama di Longnah. “Karena berkat mereka pula para tenaga pendidik agama seperti guru mengaji, alim ulama, pendeta serta tokoh pemuka agama lainnya dapat lebih disejahterakan dan diperhatikan lebih baik lagi. Ini demi pembinaan – pembinaan masing-masing umat, jemaah dan jemaat terutama dalam meningkatkan kepentingan ibadah,” ujar paslon bupati Kutim nomor urut 1 MaKin.

 Memegang brosur visi-misi paslon nomor urut 1 Mahyunadi-Kinsu, salah satu warga tertarik dengan adanya pemberian insentif kepada pemuka lintas agama dan pembangunan sarana ibadah dalam menunjang ibadah dan peribadatan baik bagi umat muslim dan nasrani di Desa Longnah.

”Nantinya amanah sebagai bupati dan wabup tentunya selaku umat muslim ijinkan kami sebelum berucap berjanji senantiasi mengawali dengan kalimat ”Insya Allah”, tidak hanya sebatas memperjuangkan insentif para pemuka lintas agama akan tetapi juga merambah pada peningkatan sarana bangunan ibadah seperti masjid, musala, gereja dalam mendukung kegiatan keagamaan,” jelas Mahyunadi.

 Diluar insentif pemuka lintas agama dan progres pembangunan fasilitas ibadah, warga juga mengusulkan berbagai sarana prioritas lainnya yang menjadi kebutuhan mendasar bagi kepentingan umum di Desa Longnah.

 

Mahyunadi menuturkan terkait insentif yang diusulkan Rp 1 juta perbulannya termasuk progres pembangunan termasuk dalam catatan program visi – misi paslon Mahyunadi-Kinsu. “ Semua telah kami rincikan dan kalkulasi yang bersumber dalam APBD Kutim nantinya,” ungkapnya. (tim)


TAG

Tinggalkan Komentar

//