Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Layanan BPJS Kesehatan menjadi salah satu pembahasan utama yang dikeluhkan buruh. Itu diketahui saat DPRD Balikpapan menerima audiensi dalam momen Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.
Menanggapi persoalan tersebut, Ketua DPRD Kota Balikpapan, Alwi Al Qadri, menegaskan komitmennya untuk mengevaluasi total layanan BPJS Kesehatan. Legislatif berencana memanggil semua pihak terkait.
"Mulai dari manajemen BPJS Kesehatan, rumah sakit, hingga Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan untuk meminta penjelasan lebih lanjut," katanya pada Senin (4/5/2026). Langkah ini diambil setelah munculnya beragam keluhan terkait buruknya kualitas layanan kesehatan.
Alwi bercerita, beberapa keluhan yang disampaikan seperti indikasi penolakan pasien hingga pasien rawat inap yang diduga dipaksa pulang meski belum sepenuhnya sembuh.
“Ini menjadi dasar bagi kami untuk memanggil semua pihak, termasuk manajemen rumah sakit dan Dinas Kesehatan. Saya sendiri yang akan memimpin langsung pertemuan tersebut,” ungkapnya.
Pertemuan yang nantinya difasilitasi oleh Komisi IV DPRD Balikpapan ini bertujuan untuk memastikan validitas informasi di lapangan. Serta menuntut keterbukaan dari penyedia layanan kesehatan.
Ada beberapa poin yang bakal menjadi pembahasan. "Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga atau buruh pengguna BPJS Kesehatan yang ditolak saat membutuhkan penanganan medis," tegasnya.
Kemudian meminta penjelasan terkait standar prosedur pemulangan pasien agar tidak ada lagi pasien yang dipaksa keluar sebelum dinyatakan sehat secara medis.
Hingga kepastian layanan terkait apa saja daftar penyakit yang bisa dijamin oleh BPJS Kesehatan. Selain masalah kesehatan, Alwi juga menanggapi petisi buruh terkait penghapusan sistem outsourcing.
Pihaknya siap menindaklanjuti tuntutan tersebut. Namun perlu waktu untuk mempelajari isi petisi secara mendalam. Alwi menyadari tentu ada pihak yang merasa dirugikan maupun diuntungkan dari sistem outsourcing.
“Tuntutan buruh adalah hal yang sah saja, tapi saya pelajari dulu isinya sebelum kita jadwalkan pertemuan kembali," pungkasnya. (ang)


