Tulis & Tekan Enter
images

Beras Penyumbang Inflasi, DPRD Desak Pemerintah Kendalikan Harga dan Cegah Gagal Panen

KaltimKita.com, TANJUNG REDEB — Di tengah melonjaknya angka inflasi Kabupaten Berau yang tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Kalimantan Timur, komoditas beras kembali menjadi sorotan utama.

Ironisnya, daerah dengan lebih dari 100 kampung penghasil padi ini justru dibayangi kekhawatiran naik turunnya harga beras yang dinilai semakin membebani masyarakat.

Sekretaris Komisi III DPRD Berau, Ratna, menilai situasi ini sebagai sinyal kuat perlunya intervensi pemerintah daerah.

Ia menegaskan bahwa fluktuasi harga tidak hanya terjadi di Berau, tetapi juga hampir di seluruh Indonesia, dipicu oleh cuaca ekstrem hingga gagal panen.

“Gagal panen akan menyebabkan naiknya harga beras dan stok beras akan menurun,” jelasnya.

Menurut Ratna, langkah antisipatif harus menjadi prioritas sebelum dampaknya semakin meluas.

Ia mendesak pemerintah memberikan perhatian serius terhadap petani lokal melalui bantuan pupuk, bibit, hingga stimulan agar produksi tetap stabil.

“Pemerintah daerah perlu mengantisipasi penyebab gagal panen, karena ini berdampak langsung pada harga,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah daerah mampu mengembalikan stabilitas harga beras sebagai kebutuhan pokok masyarakat.

“Itu yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah, bagaimana agar harga beras bisa ditekan kembali,” tandasnya. (Adv)


TAG

Tinggalkan Komentar

//