Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Balikpapan bukan cuma kota minyak. Dalam beberapa tahun terakhir, kota ini berubah menjadi “rumah” bagi usaha anak muda. Data Disporapar mencatat 1.040 kafe kini beroperasi, mayoritas dimiliki generasi milenial dan Gen Z bukan sekadar tempat nongkrong, tapi sumber penghidupan baru.
Di balik ramainya kafe di sudut-sudut kota, ada cerita perubahan hidup. Banyak pemuda yang sebelumnya hanya menjadi konsumen, kini berani membuka usaha sendiri. Sebagian memulai dari modal terbatas, menyewa ruko kecil, bahkan mengandalkan dapur rumah.
Kehadiran kafe-kafe ini pelan tapi pasti menyerap tenaga kerja lokal, dari barista, kasir, hingga pemasok bahan baku.
Disporapar: Anak Muda Kini Jadi Penggerak UMKM
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan, C.I. Ratih Kusuma W., menyebut fenomena ini sebagai sinyal kuat kemandirian ekonomi pemuda.
“Sekarang pemuda Balikpapan tidak hanya jadi penikmat. Dari sekitar 1.040 kafe yang ada, rata-rata pemiliknya anak muda. Ini menunjukkan sektor UMKM kita sedang produktif,” ujarnya, Kamis (22/1/2026).

Menjamurnya kafe bukan hanya memperkaya pilihan kuliner, tapi juga menggerakkan ekonomi sekitar. Aktivitas usaha membuat kawasan lebih hidup, meningkatkan perputaran uang, dan membuka peluang usaha lain di sekitarnya.
Bagi Balikpapan, ini menjadi tanda bahwa ekonomi kreatif tumbuh dari bawah langsung dari warga.
Di tengah tren positif ini, Ratih mengingatkan agar pengusaha muda tidak berhenti di euforia awal. Menurutnya, konsistensi adalah ujian terberat dalam berusaha.
“Memulai usaha itu berani, tapi bertahan jauh lebih sulit. Jangan hanya ikut tren. Konsistensi itu kunci supaya usaha benar-benar jadi sumber hidup,” pesannya.
Disporapar memastikan akan terus hadir melalui pembinaan, pelatihan, dan fasilitas pendukung, agar usaha kafe milik pemuda ini tidak berhenti di skala kecil, tetapi bisa naik kelas dan bersaing lebih luas. (rep)


