KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Memasuki akhir tahun 2025, kondisi cuaca di Kabupaten Berau kembali menunjukkan tren mengkhawatirkan.
Hujan berintensitas tinggi yang turun hampir setiap hari, disertai angin kencang hingga badai puting beliung di sejumlah titik, memicu kekhawatiran berbagai pihak.
Sekretaris Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, menilai bahwa masyarakat harus menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.
“Kondisi cuaca sekarang tidak menentu. Dari awal Januari, musim hujan sudah melanda Berau,” ujarnya.
Ancaman banjir maupun angin kencang bisa datang sewaktu-waktu, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan.
Ia juga memberikan perhatian khusus kepada para nelayan dan pengguna transportasi laut. “Angin sekarang kencang, untuk nelayan lengkapi diri dengan alat keselamatan,” pesannya.
Frans menambahkan, masyarakat yang terdampak bencana tidak perlu ragu melapor. “Silakan berkoordinasi dengan kecamatan. Nanti kecamatan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar bisa dibantu menggunakan dana bantuan tidak langsung,” jelasnya.
Meski demikian, ia tetap berharap bencana tidak menimpa masyarakat. “Kami berharap semua selamat dan tidak ada kerugian akibat cuaca ekstrem ini,” tuturnya. (adv)


