KaltimKita.com, TANJUNG REDEB – Di tengah tekanan ekonomi, sebagian warga memilih jalan pintas dengan menerima tawaran investasi bodong maupun pinjaman online (pinjol).
Namun alih-alih menjadi solusi, langkah nekat itu justru berujung petaka, bahkan merenggut nyawa.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Fasra Wisono, menegaskan bahwa masyarakat harus lebih waspada.
Ia menyebut maraknya kasus penipuan bermodus investasi menunjukkan masih banyak warga yang tergiur iming-iming keuntungan besar.
“Salah satu indikator investasi bodong itu modal kecil, tapi hasilnya besar dan waktunya singkat. Itu harus dicurigai,” ujarnya.
Fasra tak menampik bahwa kondisi ekonomi sering membuat masyarakat mengambil risiko tanpa berpikir panjang.
“Tapi efeknya luar biasa. Jadi, jangan tergiur dengan kemudahan dan kecepatan pencairan dana karena bisa jadi kebiasaan buruk,” tegasnya.
Untuk mencegah semakin banyak korban, Fasra mendorong Pemerintah Daerah memperkuat edukasi di masyarakat.
“Perlu sosialisasi dan edukasi. Pemerintah harus berkoordinasi dengan OJK dan aparat penegak hukum untuk menangani kasus-kasus pinjol dan investasi bodong,” jelasnya.
a pun berharap warga lebih berani melapor ketika menemukan indikasi penipuan.
“Kami harap masyarakat tidak mudah tertipu dan melaporkan jika ada yang mencurigakan,” tutupnya. (adv)


