Tulis & Tekan Enter
images

PEMAPARAN : Penasihat Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, S.I.P., M.M memberikan arahan saat hadir di sarasehan di Ruang Teater Lantai 3 Gedung Direktorat Poltekba.

Dihadiri Dirjen Saintek dan Penasehat Mendiktisaintek, Poltekba Gelar Sarasehan Transformasi Vokasi Dukung Smart City IKN

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) menggelar Sarasehan bertema Transformasi Ekosistem Saintek Vokasi Menuju Pusat Inovasi Teknologi Terapan dalam Mendukung Smart City IKN dan Penyangga Teknologi Nasional, Kamis (29/1/2026), di Ruang Teater Lantai 3 Gedung Direktorat Poltekba.

Kegiatan ini bertujuan membahas arah strategis pengembangan pendidikan vokasi dalam menyuplai inovasi teknologi terapan yang berkelanjutan, khususnya untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai Smart City serta memperkuat kedaulatan teknologi nasional.

Sarasehan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan pemangku kepentingan, di antaranya Penasihat Khusus Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Laksamana TNI (Purn.) Prof. Dr. Marsetio, S.I.P., M.M., Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Prof. Ahmad Najib Burhani, M.A., M.Sc., Ph.D., Sekretaris Ditjen Sains dan Teknologi Dr. M. Samsuri, S.Pd., M.T., IPU., serta Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya, S.T., M.T.

Direktur Poltekba Dr. Emil Azmanajaya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, sarasehan ini menjadi momentum penting bagi Poltekba untuk memperoleh masukan, motivasi, serta arahan strategis dalam pengembangan institusi vokasi.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami dapat berdiskusi dan bertatap muka langsung untuk mendapatkan arahan terkait pengembangan politeknik ke depan,” ujar Dr Emil.

Dalam menyampaikan pemaparan, ia menceritakan pengalaman transformasi Coventry University yang awalnya merupakan politeknik sebelum berkembang menjadi universitas terapan. Menurutnya, Poltekba memiliki peluang menuju arah tersebut dengan tetap mempertahankan kekuatan pendidikan terapan berbasis praktik.

“Politeknik harus fokus pada riset translasional, yakni menghubungkan kebutuhan industri dengan perguruan tinggi. Poltekba sejatinya sudah melakukan itu, hanya perlu penguatan dalam bentuk kelembagaan,” jelasnya.

Ia mengungkapkan, Poltekba telah mengusulkan pengembangan institusi menuju Poltekba University dengan komposisi pembelajaran seperti sebelumnya yakni 80 persen praktik dan 20 persen teori. Kajian akademik telah disiapkan dan saat ini juga telah dilakukan koordinasi dengan Kementerian serta Komisi X DPR RI.

Sementara itu, Prof. Dr. Marsetio menekankan pentingnya kolaborasi antara politeknik dan dunia industri agar pendidikan vokasi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Ia menilai Poltekba memiliki potensi besar, terutama melalui kerja sama dengan industri migas dan sektor lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi Prof. Ahmad Najib Burhani menegaskan pentingnya membumikan sains dan teknologi agar berdampak langsung bagi pembangunan bangsa. Ia menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki tiga mandat utama, yakni dampak akademik dan pengakuan global, dampak ekonomi dan sosial, serta dampak lingkungan.

“Keberadaan perguruan tinggi harus mampu mengangkat ekonomi lokal, membangun kolaborasi dengan industri, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan rencana Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendirikan Sekolah Garuda di 20 titik di Indonesia, termasuk di kawasan IKN yang saat ini masih dalam tahap survei lokasi.

Lebih lanjut, Prof. Ahmad Najib menjelaskan peran Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi sebagai penghubung hilirisasi riset dari perguruan tinggi ke masyarakat melalui berbagai program strategis. Program tersebut meliputi SMA Garuda, Beasiswa Unggul Garuda, Beasiswa BIMA, Program PISA, diseminasi saintek, Living Lab, hingga Rapsodi Seni dan Saintek.

Salah satu program unggulan, Rapsodi Seni dan Saintek, dirancang untuk menerjemahkan konsep sains yang kompleks menjadi lebih mudah dipahami melalui pendekatan artistik, sekaligus meningkatkan literasi sains dan menghubungkan pengetahuan akademik dengan kehidupan serta budaya masyarakat. (and)


TAG

Tinggalkan Komentar

//