KaltimKita.com, Samarinda - Direktur Landreform Direktorat Jenderal Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Rudi Rubijaya menjadi pembicara utama dalam diskusi publik memperingati Hari Tanah Sedunia bertajuk "Menyelamatkan Tanah dan Air untuk Kehidupan Masa Depan" di I-Lab Intergrated Laboratory Universitas Mulawarman, Kamis (04/12/2025).
Diskusi ini digelar atas kerjasama Universitas Mulawarman, Himpunan Ilmu Tanah Indonesia, dan Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA-UNPAD) Kalimantan Timur. Diskusi dihadiri civitas akademika di lingkungan Universitas Mulawarman, pemangku kepentingan di bidang konservasi, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Umum dan Keuangan Universitas Mulawarman Sukartiningsih menekankan pentingnya konservasi tanah dan air di Indonesia, mulai dari upaya kolaborasi lintas sektor, aksi nyata, hingga implementasi kebijakan yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
"Konservasi tanah dan air bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi seluruh lapisan masyarakat. Kolaborasi, aksi nyata, dan kebijakan yang tepat adalah langkah utama dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan mencegah dampak buruk di masa mendatang," ucapnya.
Dalam paparannya yang bertajuk "Sinergi Reforma Agraria dan Konservasi Tanah untuk Masa Depan Indonesia", Rudi Rubijaya memaparkan tentang pentingnya integrasi kebijakan Reforma Agraria dengan upaya konservasi sumber daya tanah dan air sebagai fondasi keberlanjutan pembangunan nasional.
"Reforma Agraria tidak hanya berfokus pada penataan aset melalui redistribusi dan legalisasi tanah, tetapi juga pada penataan akses dan pemberdayaan masyarakat agar pengelolaan tanah dilakukan secara produktif dan ramah lingkungan," ungkapnya. (and)


