Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Upaya memperkuat branding Batik Balikpapan kembali digelorakan melalui Lomba Fashion Show Kreasi Batik Balikpapan yang digelar Dinas Koperasi UMKM dan Perindustrian (DKUMKMP) di Auditorium Plaza Balikpapan, Sabtu (6/12/2025).
Kegiatan ini sekaligus dirangkai dengan penyerahan hadiah kepada enam pemenang Lomba Motif Batik Balikpapan 2025 yang telah diumumkan sebelumnya pada 25 November 2025 di Galeri Dekranasda.
Acara turut dihadiri Ketua DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia, Ketua Dekranasda Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, Kepala Disporapar, Ratih Kusuma, serta Andi Sri Juliarty yang mewakili Wali Kota Balikpapan.

Kepala DKUMKMP Balikpapan, Heruressandy Setia, menjelaskan bahwa lomba fashion tahun ini merupakan rangkaian program berkelanjutan sejak 2024. Kegiatan difokuskan untuk memberi ruang kreativitas bagi pelajar, khususnya kategori sekolah dasar dan tahun ini diperluas hingga tingkat SMP.
“Total peserta fashion show 22 orang, terdiri dari 12 peserta SD dan 10 peserta SMP. Mereka sudah melalui proses seleksi, terutama dari kelayakan desain pakaian yang ditampilkan,” jelas pria yang karib disapa Heru itu.
Tiga unsur juri dilibatkan, yakni perwakilan model berprestasi dari Kalimantan Utara, unsur pemerintah melalui DPOP, serta perajin dan pelaku UMKM batik Balikpapan.
Heru mengungkapkan, motif batik yang ditampilkan tahun 2024 berjumlah 22 desain, mostly menggambarkan flora-fauna khas daerah serta karakter pembangunan kota. Sementara pada 2025, variasi motif semakin kaya dengan keterlibatan 29 peserta dari kalangan muda dan milenial.
“Banyak motif yang menonjolkan ikon-ikon baru pembangunan di Balikpapan. Kreativitas mereka sangat berkembang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengembangan industri batik tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Kolaborasi dengan banyak instansi dan sektor swasta menjadi kunci, termasuk dukungan rutin dari Bank Indonesia, Angkasa Pura, organisasi pengusaha muda, dan komunitas UMKM.
Enam motif terbaik dari 29 karya peserta Lomba Motif Batik Balikpapan 2025 kembali ditampilkan menjelang penutupan acara fashion show. Publik dapat menyaksikan langsung keragaman motif yang mewakili identitas kota mulai dari karakter pesisir, kekayaan hutan tropis, hingga visual perkembangan infrastruktur daerah.
Dalam sambutannya, Ketua Dekranasda Balikpapan, Hj. Nurlena Rahmad Mas’ud, menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penting untuk memajukan industri kreatif kota.
“Ini saatnya memperkuat branding Batik Balikpapan serta memberikan ruang lebih luas bagi desainer muda dan perajin agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas UMKM, mulai dari inovasi, pelatihan, penguatan kapasitas, hingga perluasan akses pasar.
“Semoga acara ini memberi inspirasi, keberkahan, serta kemajuan bagi UMKM dan industri kreatif Balikpapan,” tutup Nurlena. (lex)


