Tulis & Tekan Enter
images

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan (Hyi/Kaltimkita.com)

Kaltim Defisit Beras 190 Ribu Ton, Pemprov Gaspol Cetak 14 Ribu Hektare Sawah Baru

Kaltimkita.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mencari cara untuk keluar dari ketergantungan pasokan beras dari luar daerah. Pasalnya, hingga kini Kaltim masih mengalami defisit beras dalam jumlah besar, mencapai sekitar 190 ribu ton per tahun.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Kaltim, Fahmi Himawan, mengungkapkan produksi beras lokal saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Data terakhir, produksi kita sekitar 157 ribu ton. Sementara kekurangannya masih di kisaran 190 ribu ton. Jadi memang masih jauh dari cukup,” ujarnya saat ditemui di Samarinda, Senin (4/5/2026).

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, Pemprov Kaltim menyiapkan dua strategi utama, yakni intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Fahmi menjelaskan, pada 2025 lalu pemerintah lebih fokus pada intensifikasi, yakni meningkatkan produktivitas lahan yang sudah ada. Salah satunya dengan mengoptimalkan lahan seluas 13.900 hektare agar petani bisa meningkatkan frekuensi panen.

“Dari yang sebelumnya satu kali panen, kita dorong jadi dua kali dalam setahun. Ini untuk meningkatkan produksi tanpa harus membuka lahan baru,” jelasnya.

Memasuki 2026, strategi diperluas ke ekstensifikasi atau pembukaan lahan sawah baru dalam skala besar. Targetnya tidak main-main, yakni mencapai 14 ribu hektare.

“Sekarang kita fokus ke cetak sawah baru. Target kita tahun ini sekitar 14 ribu hektare,” katanya.

Ia memaparkan, hingga akhir Maret 2026, realisasi cetak sawah baru sudah mencapai 1.041 hektare. Selain itu, sejumlah wilayah juga telah siap masuk tahap pembangunan karena dokumen perencanaan telah rampung.

“Di Berau ada sekitar 1.300 hektare, di Kutai Barat 367 hektare sudah selesai SID dan siap konstruksi,” ujarnya.

Tak hanya itu, sekitar 12 ribu hektare lahan lainnya saat ini masih dalam tahap survei, investigasi, dan desain (SID). Lahan tersebut tersebar di lima kabupaten, yakni Paser, Berau, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Kutai Barat.

“Ini sedang berproses semua. Jadi kita harapkan bisa segera menyusul masuk tahap pengerjaan,” katanya.

Fahmi optimistis, jika seluruh program berjalan sesuai rencana, penambahan luas sawah baru akan signifikan pada akhir tahun ini dan mulai berdampak pada peningkatan produksi beras daerah.

“Harapannya di akhir tahun kita sudah punya tambahan sawah baru yang cukup besar, sehingga bisa mengurangi gap antara kebutuhan dan produksi kita,” pungkasnya. (hyi)



Tinggalkan Komentar

//