KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Pemerintah Daerah terus melakukan percepatan untuk mempercantik wajah Kota Tanjung Redeb dinilai belum cukup hanya dengan memperbaiki infrastruktur perkotaan.
Penataan kawasan kumuh di bantaran Sungai Kelay disebut harus menjadi prioritas, namun dengan pendekatan yang lebih humanis dan terencana.
Wakil Ketua II DPRD Berau, Ahmad Rifai, menegaskan bahwa pemerintah perlu menyusun langkah penataan yang komprehensif.
Pemerintah Daerah sudah seharusnya mempersiapkan perencanaan pembenahan atau penataan kawasan yang dianggap kumuh.
"Jadi saya kira hal ini bisa terealisasi, tujuannya agar di perkotaan tidak ada lagi kawasan yang kumuh,” ujarnya.
Ia menilai, memperbaiki jalan dan infrastruktur tidak akan memberikan dampak maksimal jika kawasan permukiman masih terlihat semrawut.
“Jika jalan di perkotaan sudah diperbaharui, namun tidak dibarengi dengan kawasan yang bersih, maka wajah kota Tanjung Redeb belum sepenuhnya indah,” tegasnya.
Rifai juga meminta pemerintah tidak serta-merta melakukan penggusuran.
“Tidak sekedar relokasi saja, tapi ada perencanaannya. Termasuk wilayah pesisir selatan dan pedalaman juga perlu diperhatikan,” tuturnya.
Menurutnya, pendekatan yang pro-poor, pro-job, dan pro-growth dapat menjadi kunci keberhasilan.
“Saya yakin dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik, permukiman kumuh di Berau sudah tidak ada lagi,” pungkasnya. (adv)


