Tulis & Tekan Enter
images

Kemendikbudristek Monitoring Tunjangan Kinerja Dosen, Poltekba Tekankan Dampak Positif terhadap Mutu Pendidikan

 

KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Program Monitoring Tunjangan Kinerja (Tukin) dan Penilaian Kinerja Dosen yang berada di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus digencarkan untuk memastikan peningkatan mutu pendidikan tinggi berjalan optimal. Salah satu perguruan tinggi yang melaksanakan kegiatan ini adalah Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba).

Wakil Direktur II Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Kepegawaian Poltekba, Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) ini dilaksanakan oleh Direktorat Sumber Daya sebagai bagian dari evaluasi implementasi pembayaran tunjangan kinerja dosen yang mulai diberlakukan pada 2025.

“Monitoring ini bertujuan untuk melihat tingkat keterserapan anggaran serta mengidentifikasi berbagai kendala yang mungkin terjadi selama proses pencairan tukin,” ujar Hadi.

Selain aspek teknis, evaluasi juga menitikberatkan pada dampak pemberian tukin terhadap peningkatan kinerja dosen. Tukin diberikan kepada dosen Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai jenjang, termasuk dosen dengan pangkat terendah dan yang belum memiliki jabatan fungsional.

Menurut Hadi, program tukin merupakan bentuk apresiasi pemerintah terhadap kinerja dosen yang selama ini dinilai belum sepenuhnya sebanding dengan beban kerja dan tuntutan profesionalisme di perguruan tinggi. Gaji dan tunjangan sebelumnya dianggap belum representatif jika dibandingkan dengan target kinerja yang harus dicapai.

“Dengan adanya tunjangan kinerja, kesejahteraan dosen meningkat dan dampaknya sangat terasa. Dosen bisa lebih fokus menjalankan tugas pokok tridarma tanpa harus mencari aktivitas lain di luar kewajibannya,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kesejahteraan tersebut secara langsung berkontribusi pada peningkatan kinerja dosen, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan tujuan utama kebijakan tukin, yakni mendorong peningkatan kualitas dan daya saing pendidikan tinggi.

Kegiatan monitoring dan evaluasi ini menyasar seluruh dosen penerima tukin di Poltekba, mencakup aspek tata kelola, kelembagaan, hingga dampak kebijakan terhadap kinerja individu dan institusi.

Poltekba berharap kebijakan tukin dapat terus disempurnakan dan diiringi dengan proses peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Dengan demikian, dosen diharapkan semakin kreatif, inovatif, dan profesional dalam menjalankan perannya sebagai pendidik.

“Kebijakan ini sangat kami apresiasi. Harapannya, dosen dapat semakin fokus dan memberikan kontribusi terbaik bagi peningkatan mutu pendidikan tinggi,” pungkas Hadi. (and)

 

 

 


TAG

Tinggalkan Komentar

//