KaltimKita.com, BALIKPAPAN – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melaksanakan monitoring dan evaluasi serta Inovasi Layanan Laboratorium ke Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) sebagai bagian dari program . Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan laboratorium berfungsi optimal dalam mendukung pembelajaran vokasi yang berkualitas.
Wakil Direktur II Bidang Perencanaan, Keuangan, Umum, dan Kepegawaian Poltekba, Dr. Hadi Hermansyah, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa laboratorium merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung pendidikan vokasi. Hal ini sejalan dengan karakteristik kurikulum vokasi yang menitikberatkan pada praktik.
“Dalam pendidikan vokasi, porsi pembelajaran praktik mencapai minimal 70 persen, sedangkan teori sekitar 30 persen. Karena itu, keberadaan dan pengelolaan laboratorium menjadi sangat krusial,” ujar Hadi.
Ia menjelaskan, kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk menilai tata kelola laboratorium secara menyeluruh, sekaligus memastikan perannya dalam mendukung keberlangsungan proses pembelajaran, peningkatan penelitian terapan, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Hadi, tata kelola laboratorium yang baik akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pembelajaran. Peran Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) sebagai pengelola laboratorium juga dinilai sangat strategis dan membutuhkan perhatian khusus agar pengelolaan laboratorium dapat berjalan profesional dan berkelanjutan.
“Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sarana dan prasarana laboratorium Poltekba pada umumnya sudah baik dan representatif. Karena itu, fokus peningkatan ke depan lebih dititikberatkan pada penguatan modul pembelajaran praktik,” jelasnya.
Penguatan modul pembelajaran berbasis laboratorium tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas pembelajaran berbasis Project Based Learning (PJBL), sekaligus memperkuat riset dan pengembangan teknologi terapan di lingkungan Poltekba.
Dengan tata kelola laboratorium yang semakin optimal dan inovatif, Poltekba optimistis mampu mencetak lulusan vokasi yang kompeten, adaptif terhadap kebutuhan industri, serta berdaya saing tinggi.
“Laboratorium yang dikelola dengan baik, didukung modul praktik yang kuat, akan menjadi fondasi utama peningkatan mutu pendidikan vokasi,” pungkas Hadi. (and)


