Tulis & Tekan Enter
images

Taufik Qul Rahman

Komisi II Jadwalkan Temui Pertamina Patra Niaga, Tindaklanjut Dugaan Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Menindaklanjuti kasus dugaan korupsi terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang yang merugikan negara sebesar Rp 193,7 Triliun, Komisi II DPRD Kota Balikpapan pun berencana menemui pihak Pertamina Patra Niaga. 

Ya, hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Komisi II DPRD Balikpapan, Taufik Qul Rahman saat dimintai keterangan media di gedung parlemen, Jumat (25/2/2025).

"Kami akan mengagendakan untuk rapat internal dulu. Setelah itu kami akan melakukan kunjungan lapangan, dan sekaligus RDP (Rapat Dengar Pendapat) di kantor Pertamina Patra Niaga," ungkap Taufik. 

Menurut Taufik, kasus ini sangat meresahkan warga khususnya masyarakat kota Balikpapan yang memiliki kendaraan. 

Apalagi saat ini warga Balikpapan yang terbanyak memiliki kendaraannya baik roda dua maupun roda empat.

Bahkan, kata dia, kendaraan milik warga sudah ada yang ikut terdampak hingga harus turun mesin.

"Saat kami berkunjung, ternyata ada warga yang mobilnya terdampak sudah turun mesin dan rusak. Nah ternyata yang selama ini tertutupi, akhirnya terbongkar, dan penyebabnya karena dari bahan bakar minyak yang oplosan tersebut," tuturnya.

Putra kilat sapaan karibnya, sangat menyayangkan kejadian ini. Bahkan menurutnya isu ini sudah mendunia, disebabkan melibatkan beberapa petinggi-petinggi di Pertamina.

Bahkan ia menduga, aksi kejahatan yang sudah berlangsung sejak 2018 lalu ini telah terstruktur. Di mana kemungkinan tidak hanya melibatkan Direktur pusat, namun juga diduga melibatkan direktur-direktur Daerah lainnya di seluruh Indonesia.

"Diduga ini bisa permainan mereka juga seluruh Indonesia, para direktur-direktur yang ada ditempatkan di Daerah-daerah diduga juga ikut terlibat. Tapi nanti kita lihat lagi perkembangan dari aparat hukum," terangnya.

Kendati begitu, Taufik mengemukakan bahwa pihaknya akan segera menjadwalkan agenda pertemuan, guna mencari informasi pihak terkait yang berada di kota Balikpapan.

"Yang pasti tujuan Komisi II menjalankan amanah, bekerja untuk seluruh warga kota Balikpapan. Salah satunya yaitu mengenai permasalahan SPBU yang ada, masalah minyak bahan bakarnya untuk kendaraan warga kota Balikpapan. Jadi secepatnya kami jadwalkan," pungkasnya. (lex)



Tinggalkan Komentar