KaltimKita.com, TANJUNG REDEB - Di tengah meningkatnya kekhawatiran soal pergaulan bebas di kalangan remaja, persoalan lain justru muncul ke permukaan.
Minimnya ruang kegiatan positif bagi generasi muda di Bumi Batiwakkal menjadi perhatian Anggota Komisi III DPRD Berau, Oktavia.
Dirinya menilai, imbauan orang tua untuk memperketat pengawasan anak memang penting, namun pemerintah juga berkewajiban menyediakan fasilitas yang membantu remaja mengembangkan minat dan bakat mereka.
Menurutnya, semakin luasnya pergaulan anak muda saat ini bukan semata persoalan pengawasan keluarga, tetapi juga karena kurangnya wadah alternatif.
“Sebelum menyalahkan anak atau orang tua, kita harus melihat situasi di sekitar. Berapa banyak ruang publik, pusat kreativitas, atau fasilitas olahraga yang benar-benar dapat diakses remaja secara gratis,” tegasnya.
Ketika anak muda tidak memiliki aktivitas yang menyalurkan energi dan potensi mereka, maka risiko terjerumus ke pergaulan negatif akan semakin besar.
Ia menekankan perlunya program pemerintah yang terarah, mulai dari pelatihan seni, olahraga, hingga kegiatan kewirausahaan remaja.
Ia berharap, ke depan, sinergi keluarga, sekolah, dan pemerintah dapat berjalan beriringan untuk memastikan masa depan generasi muda tetap aman sekaligus produktif.
“Kita tidak bisa hanya menuntut pengawasan tanpa memberi mereka pilihan aktivitas yang sehat,” tandasnya. (adv)


