Kaltimkita.com, KUTAI KARTANEGARA - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar pelatihan ground checking data tunggal ekonomi sosial nasional (DTESN) bagi pendamping Program Keluarga Harapan (PKH).
Pelatihan dengan tujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan Pendamping PKH dalam melakukan verifikasi serta validasi data sosial dan ekonomi masyarakat tersebut berlangsung di Aula Dinas Sosial Kukar pada Kamis (27/2) kemarin.
Pelatihan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelatihan nasional yang sebelumnya diadakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI pada 26 Februari 2025.
Plt. Kepala Dinsos Kukar Yuliandris menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan bagian dari kebijakan nasional dalam penerapan DTESN sebagai basis data tunggal yang menggantikan berbagai sumber data sebelumnya seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Penyasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE), dan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek).
“DTESN akan menjadi satu-satunya referensi dalam program bantuan sosial dan kebijakan pembangunan mulai tahun ini,” tegasnya.
Pihaknya menekankan bahwa pendamping PKH sebagai garda terdepan dalam verifikasi data sosial, memiliki peran penting dalam memastikan validitas data di lapangan.
“Pendamping PKH akan menggunakan aplikasi SIGMA untuk mengecek variabel DTSEN seperti kondisi tempat tinggal, kepemilikan aset, akses listrik dan air bersih dari Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” sebutnya.
Di Kukar, terdapat lebih dari 78 Pendamping PKH yang masing-masing menangani rata-rata 359 keluarga dengan target verifikasi 12 keluarga per hari. Verifikasi ini harus diselesaikan dalam waktu 1 bulan agar bansos tahap ke-2 dapat sepenuhnya menggunakan DTESN.
Untuk memastikan proses ground checking berjalan efektif, Plt. Kepala Dinsos Kukar menjelaskan bahwa pembagian wilayah dilakukan secara proporsional sesuai dengan lokasi tempat tinggal atau penugasan pendamping PKH. (Ian)