KaltimKita.com, BALIKPAPAN — Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur terus mendorong peningkatan kualitas generasi muda melalui penguatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP). Salah satu upaya tersebut diwujudkan lewat kegiatan sosialisasi yang digelar di Ballroom Putri Aji Karangmelenu, Gedung Fakultas Kedokteran Universitas Balikpapan, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan ini menyasar kalangan mahasiswa sebagai bagian dari strategi memperluas pemahaman terkait kondisi dan perkembangan pemuda di daerah. Sebanyak 200 mahasiswa dari berbagai program studi turut hadir, bersama jajaran pimpinan kampus dan narasumber dari tingkat nasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Rektor Universitas Balikpapan Dr. Ir. Isradi Zainal, Wakil Rektor Dr. Aswadul Fitri, Asisten Deputi Bina Kepemudaan Kementerian Pemuda dan Olahraga RI Adi Susanto, serta Ahli Madya Badan Pusat Statistik Ely Kuswatus Kasanah.
Mewakili Kepala Dispora Kaltim, Hasbar S.Pd., M.Pd. membuka kegiatan sekaligus menyampaikan alasan ketidakhadiran pimpinan Dispora yang tengah mengikuti agenda bersama pemerintah daerah. Dalam paparannya, Hasbar menegaskan bahwa IPP menjadi instrumen penting dalam menilai capaian pembangunan pemuda.
“IPP menggambarkan kualitas pemuda secara menyeluruh. Jika nilainya tinggi, maka menunjukkan kemajuan yang baik, sebaliknya jika rendah berarti masih perlu perhatian serius,” ujarnya.
Ia menambahkan, berbagai program kepemudaan yang dijalankan dalam beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Kalimantan Timur kini masuk dalam empat besar capaian IPP di tingkat regional, meski upaya peningkatan tetap harus dilakukan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Balikpapan Isradi Zainal menekankan bahwa pembangunan pemuda tidak hanya bertumpu pada aspek akademik. Menurutnya, kesehatan fisik dan mental serta kemampuan berwirausaha juga menjadi indikator penting dalam membentuk generasi yang tangguh.
Ia mengingatkan mahasiswa agar tidak cepat berpuas diri dengan capaian yang ada. Tantangan seperti penyalahgunaan narkoba dan lemahnya karakter, kata dia, masih menjadi ancaman nyata yang harus dihadapi bersama.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pendidikan dan kesehatan, tetapi juga dari kekuatan karakter pemudanya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Dispora Kaltim berharap mahasiswa dapat berperan aktif sebagai agen perubahan sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pembangunan pemuda di daerah. (and)


