Tulis & Tekan Enter
images

Kepala DKK Balikpapan, Alwiati

Selama 24 Jam, DKK Balikpapan Siagakan Nakes di Posko Kebakaran Klandasan Ulu

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kebakaran hebat yang telah menghanguskan 46 rumah di RT 9 Klandasan Ulu, Balikpapan Kota, pada Senin (18/3/2024) lalu, masih menyisahkan luka yang mendalam bagi para ratusan korban yang terdampak.

Dari informasi yang dihimpun, sebanyak 263 jiwa dari 92 KK terpaksa harus kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Kesehatan Kota (DKK) pun turun tangan guna memberikan bantuan kepada para korban. Di mana DKK Balikpapan sejatinya menyiagakan tenaga kesehatan (Nakes) di posko kebakaran selama 7x24 jam. 

Saat ditemui disela-sela peresmian gedung baru Puskesmas Karang Rejo, Selasa (19/3/2024), Kepala DKK Balikpapan, Alwiati mengatakan bahwa pihaknya sudah menempatkan tim yang bertugas di lokasi bencana kebakaran.  

"Dari PSC (Public Safety Center) dan Puskesmas kami gilir untuk bertugas di sana," beber Alwiati kepada media.

Alwiati mengungkapkan, ada empat personel yang selalu siap memberikan pelayanan kesehatan. Terdiri dari sopir ambulan, dokter, perawat dan satu orang lagi yang siap membantu nakes dalam memberikan pelayanan. 

Kendati begitu, ia pun bersyukur tidak ada korban jiwa dan warga yang mengalami luka berat. Hanya sebagian warga yang mengalami luka ringan akibat panik dan ikut membantu petugas untuk menjinakkan sijago merah.

"Di sana ada beberapa yang terdampak, seperti anak-anak. Tapi tidak ada korban jiwa. InsyaAllah, kami siap memberikan pertolongan dan pelayanan," tegasnya.

Kepala DKK baru itu menyebutkan bahwa pihaknya juga terlibat dalam setiap rapat koordinasi terkait progres bantuan bagi warga terdampak. 

Menurutnya, saat ini para korban lebih membutuhkan perhatian kepada anak-anaknya yang membutuhkan seragam baru yang telah habis terbakar.

"Kami akan upayakan persiapkan juga mobilisasinya jika para korban meminta direlokasi. Dan sebenarnya saat ini mereka lebih membutuhkan perhatian di bidang pendidikan, karena banyak anak-anak yang seragam sekolahnya terbakar," akunya.

Dari pantauan, nakes yang ditempatkan di posko kebakaran juga dibantu berbagai instansi, baik dari Kedokteran Kepolisian (Dokkes) Polresta Balikpapan, maupun dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Balikpapan maupun berbagai pihak yang turut serta memberi bantuan kesehatan. 

"Kami sangat siap dari segi pelayanan kesehatan. Pelayanan ini selama tujuh hari dulu. Dalam tujuh hari selama 24 jam, nakes kami hadir di sana sambil menunggu perkembangan," tutupnya. (lex)


TAG

Tinggalkan Komentar