Kaltimkita.com, BALIKPAPAN — Upaya menjaga lingkungan di kawasan Margasari agar tetap aman dan nyaman terus berlanjut pada 2026. Salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan adalah perbaikan drainase dengan sistem swakelola yang melibatkan langsung masyarakat setempat.
Lurah Margasari, Hendra Jaya Prawira, mengatakan bahwa pendekatan swakelola dipilih bukan hanya untuk efisiensi anggaran, tetapi juga untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan lingkungan.
“Drainase tahun 2026 akan dikelola secara swakelola. Kami akan melibatkan masyarakat, dan lokasinya berada di antara RT 18 dan RT 31,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).
Ia menjelaskan, titik tersebut menjadi salah satu lokasi yang kerap dikeluhkan warga, terutama saat hujan deras. “Selama ini, aliran air di kawasan itu tidak berjalan maksimal, sehingga sering menimbulkan genangan,” katanya.
Menurutnya, melalui perbaikan drainase ini, pemerintah kelurahan berharap persoalan tersebut bisa segera teratasi. “Kami ingin memastikan aliran air bisa lancar, sehingga tidak ada lagi genangan yang mengganggu aktivitas warga,” tambahnya.
Program ini merupakan hasil dari usulan masyarakat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Dalam forum tersebut, warga bersama ketua RT menyampaikan kebutuhan prioritas yang harus segera ditangani. “Usulan ini datang langsung dari masyarakat. Kami menindaklanjutinya agar benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, perbaikan drainase akan melibatkan Lembaga Keswadayaan Masyarakat (LKM) guna memastikan proses berjalan transparan dan tepat sasaran. “Kami ingin pelaksanaan kegiatan ini terbuka, akuntabel, dan benar-benar sesuai kebutuhan di lapangan,” ujarnya.
Ia menilai, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program ini. “Dengan masyarakat turun langsung, kualitas pekerjaan biasanya lebih baik karena mereka memahami kondisi lingkungan masing-masing,” katanya.
Lebih lanjut, Hendra menegaskan bahwa pembangunan berbasis partisipasi akan meningkatkan rasa memiliki warga terhadap fasilitas yang dibangun. “Ketika masyarakat ikut terlibat, rasa memiliki terhadap hasil pembangunan akan jauh lebih kuat,” tegasnya.
Program ini juga sejalan dengan prioritas pembangunan di Balikpapan, khususnya di wilayah Balikpapan Barat yang menitikberatkan pada perbaikan infrastruktur dasar serta mitigasi risiko lingkungan.
“Harapannya, dengan perbaikan drainase ini, kualitas lingkungan di Margasari semakin baik dan warga bisa beraktivitas tanpa khawatir saat musim hujan,” pungkasnya. (ref)


.jpg)