Tulis & Tekan Enter
images

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud saat memimpin jalannya coffee morning

Tingkatkan Pelayanan Publik, Pemkot Balikpapan Agendakan Pertemuan Rutin Dua Mingguan

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan resmi mengagendakan pertemuan coffee morning secara rutin minimal dua pekan sekali. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam merespons berbagai isu strategis. Serta aduan masyarakat secara cepat.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo menjelaskan, forum ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Rahmad Mas’ud untuk mengoptimalkan pelayanan publik. 

Menurutnya, koordinasi intensif antar-instansi diperlukan agar setiap aspirasi dan program yang diberikan untuk warga dapat dibedah secara mendalam.

"Permasalahan kota dan aduan masyarakat yang berkembang bisa dibahas secara detail," ujar Bagus usai pertemuan pada Senin (13/4). 

Nantinya melalui coffee morning, pimpinan daerah dapat memberi arahan atau saran atas usulan dari masing-masing OPD.

Bagus memberi contoh dalam pertemuan terbaru coffee morning, fokus utama pembahasan tertuju pada kesiapan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) dalam menghadapi fenomena El Nino.

"Perlu langkah antisipasi terhadap musim kemarau panjang dan penyelesaian distribusi air bersih bagi warga yang belum teraliri," bebernya.

Terkait hal tersebut, pihak PTMB menegaskan tengah mempercepat perbaikan pipa-pipa tua untuk meminimalisir kendala distribusi. 

Selain krisis air, Pemkot Balikpapan juga membahas rencana pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Manggar sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah kota.

Di sisi lain, forum tersebut turut membahas program produktivitas masyarakat dan perkembangan sektor ekonomi. Bagus melaporkan hasil pertemuannya dengan Wakil Direktur Utama Agrinas Pangan Nusantara, Mayjen TNI Trenggono, terkait pembangunan Koperasi Merah Putih.

"Kita sudah punya lahan dan siap membangun. Mudah-mudahan pada Juni nanti, ada penambahan hingga 10 unit koperasi yang terbangun," pungkasnya.

Meskipun sebelumnya agenda serupa sudah berjalan tanpa jadwal pasti, kini Pemkot Balikpapan berkomitmen menjadikan coffee morning sebagai instrumen evaluasi rutin untuk memastikan seluruh pejabat di lingkungan pemerintah kota bersinergi menyelesaikan permasalahan sosial dan pembangunan. (ang/ adv diskominfo Balikpapan)



Tinggalkan Komentar

//