Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Status Balikpapan sebagai Kota Layak Anak (KLA) kembali menarik perhatian daerah lain. Kali ini, DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, datang langsung untuk menggali pengalaman dan strategi yang diterapkan kota ini dalam melindungi perempuan dan anak.
Kunjungan tersebut berlangsung pada Senin (20/4/2026) di Kantor DPRD Kota Balikpapan dan diterima oleh perwakilan Sekretariat DPRD, Abdi. Audiensi ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus ajang pembelajaran lintas daerah.
Rombongan dipimpin Ketua Komisi I DPRD Tanah Bumbu, Boby Rahman. Ia menegaskan bahwa Balikpapan dipilih sebagai tujuan studi banding karena dinilai berhasil membangun sistem perlindungan yang lebih maju dan terintegrasi.
“Balikpapan sudah dikenal sebagai Kota Layak Anak. Ini menjadi alasan kami datang untuk melihat langsung bagaimana peran DPRD di sini dalam memperkuat kebijakan perlindungan perempuan dan anak,” ujar Boby.
Dalam pertemuan itu, pihaknya menyoroti sejumlah isu krusial yang masih menjadi tantangan di daerahnya, seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta meningkatnya kenakalan remaja.
Menurutnya, persoalan tersebut kerap muncul di luar lingkungan sekolah, namun berdampak langsung pada kehidupan pendidikan anak.
“Kasus yang terjadi di luar sekolah sering kali berujung pada sanksi dari pihak sekolah, apalagi jika sudah viral. Ini membutuhkan penanganan yang lebih menyeluruh, tidak bisa parsial,” jelasnya.
Boby juga memaparkan bahwa di Tanah Bumbu, upaya perlindungan telah melibatkan berbagai pihak, termasuk dinas terkait yang memberikan pendampingan kepada korban. Bahkan, layanan psikolog dan rumah singgah telah disiapkan sebagai bentuk perlindungan sementara bagi korban kekerasan.
“Di rumah singgah, korban mendapatkan pendampingan, termasuk mediasi jika masih memungkinkan untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga. Namun jika tidak, kami tetap mendampingi hingga proses hukum,” katanya.
Ia menambahkan, regulasi daerah terkait perlindungan perempuan dan anak juga telah dimiliki. Meski demikian, pihaknya menilai masih diperlukan penguatan, baik dari sisi implementasi maupun sinergi antar lembaga.
Melalui kunjungan ini, DPRD Tanah Bumbu berharap dapat membawa pulang praktik-praktik terbaik dari Balikpapan. Tujuannya jelas, menekan angka kekerasan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan ramah bagi perempuan dan anak di daerah mereka. (lex)


