Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Komisi II DPRD Balikpapan mengingatkan Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) realistis dalam target penambahan sambungan rumah (SR). Terutama harus disesuaikan dengan kondisi air baku di lapangan.
Ketua Komisi II Fauzi Adi Firmansyah mengatakan, hal ini penting agar penambahan sambungan baru nanti tidak berdampak pada kualitas dan kuantitas distribusi air ke masyarakat atau pelanggan eksisting.
"Selama infrastruktur pipa induk ada dan debit air cukup maka penambahan SR masih memungkinkan," ucapnya pada Senin (20/4). Namun sebaliknya jika air baku terbatas tentu perlu penyesuaian agar distribusi tetap terjaga.
Saat ini total pelanggan PTMB berkisar 119 ribu SR. Dia menyarankan bagaimana PTMB mengatur dulu rencana tersebut. “Mungkin tidak bisa langsung tambah sampai 12 ribu SR karena kondisi air baku belum maksimal,” ucapnya.
Dia meyakini selama ini jika kawasan sudah ada pipa distribusi dan air baku. "Biasanya setiap mengajukan pemasangan akan selalu diakomodasi," imbuhnya. Berbeda dengan kawasan yang memang belum teraliri pipa distribusi.
“Penambahan SR harus berjalan seimbang dengan ketersediaan air agar pelayanan tetap optimal,” jelasnya. Sementara itu, Komisi II DPRD Balikpapan baru-baru ini melakukan kunjungan lapangan ke dua lokasi.
Di antaranya IPA Gunung Sari dan IPA Kampung Damai. Ini merupakan dua titik krusial pengelolaan air di Balikpapan. Fauzi dan jajaran anggota Komisi II meninjau langsung infrastruktur di sana.
Kemudian berdiskusi tentang upaya percepatan ekspansi cakupan air bersih di seluruh wilayah Balikpapan. Bagian dari memastikan hak masyarakat atas akses air bersih yang layak dapat terpenuhi maksimal.
Sebelumnya Komisi II juga berkunjung ke kantor PTMB. Pihaknya menyerap berbagai permasalahan masyarakat. Khususnya terkait belum merata pemenuhan kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.
Target penambahan SR menjadi salah satu yang dibahas dalam kesempatan tersebut. Kunjungan dilanjutkan ke Waduk Manggar KM 12 untuk meninjau langsung kondisi sumber air.
Serta IPA KM 8 untuk melihat proses dan kesiapan infrastruktur pendukung. Komisi II berkomitmen terus mengawal dan mendorong solusi konkret agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi secara merata. (ang)


