Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - DPRD Balikpapan mendukung proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Ini sebagai solusi jangka panjang dalam penanganan sampah. Salah satu lokasi terpilih yakni Balikpapan.
Ketua Komisi III Yusri mengatakan, program ini bagian dari kebijakan nasional. Termasuk dalam proyek strategis nasional (PSN) berbasis waste to energy untuk mengatasi darurat sampah.
“Sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Jadi kebutuhan energi di masa depan,” katanya pada Senin (20/4). Pemkot Balikpapan juga telah menyiapkan lahan di kawasan TPA Manggar untuk mendukung pembangunan fasilitas tersebut.
Meski dalam pengelolaannya mungkin akan melibatkan pihak ketiga melalui skema kerja sama dengan investor. Sebelumnya DPRD Balikpapan pernah melakukan studi banding ke TPA Benowo, Surabaya.
Sebab dianggap berhasil mengubah sampah menjadi energi listrik dengan kapasitas besar. TPA Benowo menjadi pionir waste to energy.
Harapannya Balikpapan juga bisa meniru keberhasilan tersebut. Kali ini peluang terbuka dengan kehadiran PSEL.
“Dalam proyek PSEL tidak boleh membebani anggaran daerah. Kami berharap sepenuhnya dukungan dari pemerintah pusat,” tuturnya. Tepatnya dengan sokongan dari Danantara.
Yusri menilai program ini bisa terealisasi dalam dua sampai tiga tahun ke depan. PSEL mampu mengurangi volume sampah secara signifikan. “Sampah juga dapat memberikan manfaat yang lebih menjadi sumber energi listrik,” imbuhnya.
Sebagai informasi, saat ini produksi sampah di TPA Manggar masih berkisar 550 ton per hari. Sementara untuk mengelola PSEL ditargetkan pengolahan 750 ton sampah per hari.
Maka nantinya perlu tambahan pasokan sampah dari wilayah aglomerasi potensial agar PSEL dapat bekerja optimal. Caranya dengan memanfaatkan sampah di kawasan Balikpapan Raya.
Termasuk IKN, sebagian Samboja dan Muara Jawa. Rencana pembangunan PSEL telah ditandai dengan penandatanganan MoU antara Pemprov Kaltim dan Pemkot Balikpapan. (ang)


