Tulis & Tekan Enter
images

Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan, Iim

Bukan Belajar Daring, Ini Saran DPRD Balikpapan untuk Hadapi Kelangkaan BBM

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Pemerintah berencana menerapkan kebajikan work from anywhere (WFA) atau work from home (WFH) sebagai upaya untuk efisiensi energi. Mengingat konflik Timur Tengah yang terjadi turut mengganggu stok bahan bakar minyak (BBM) dunia.

Bahkan tidak menutup kemungkinan dilakukan pembelajaran daring kepada siswa. Seperti kondisi pandemi Covid beberapa tahun lalu. Semua opsi masih dalam kajian mana yang efektif dan efisien. 

Seperti diketahui, konflik Timur Tengah yang semakin panjang membuat krisis energi. Sejumlah negara sudah mengambil berbagai kebijakan untuk efisien energi.

Mulai dari Thailand, Vietnam, dan Filipina sudah mulai jalan kaki ke kantor. Akibat krisis BBM yang parah di wilayah tersebut.

Kondisi ini membuat penduduk meninggalkan kendaraan bermotor karena BBM mahal dan sulit didapatkan. Imbas situasi darurat energi.

Menanggapi rencana pembelajaran daring, anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Iim menilai secara pribadi kurang setuju. Menurutnya ada banyak dampak jika siswa kembali belajar online.

"Nanti mereka pegang handphone, saat istirahat anak-anak buka apa lagi gitu ya. Pemantauannya sulit," katanya kepada awak media, Senin (30/3/2026). Dia menyarankan siswa tetap belajar hadir langsung ke sekolah. 

Dia menambahkan jangan sampai anak-anak belajar daring di rumah. Namun diminta mengambil makan bergizi gratis (MBG) di sekolah. 

"Artinya sama-sama tetap keluar rumah," imbuhnya. Iim menyarankan mencari solusi yang lain untuk menghemat energi selain menerapkan pembelajaran daring kepada siswa.

Namun pihaknya dari Komisi IV belum melakukan pembahasan terkait hal tersebut. "Kami lebih rekomendasi belajar tetap tatap muka langsung," sebutnya. 

Misal nanti diatur bagaimana anak-anak bisa sampai ke sekolah. Namun tetap bisa hemat energi. "Mungkin bagi yang bisa naik sepeda atau jalan kaki jika rumahnya dekat. Itu juga lebih sehat seperti di Belanda," tutupnya. (ang)



Tinggalkan Komentar

//