Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Kasus campak kembali merebak di Indonesia. Mengantisipasi hal ini, DPRD Balikpapan mengimbau agar setiap bayi telah melakukan imunisasi untuk terhindari dari virus tersebut.
Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan Iim mengatakan, edukasi kepada kaum ibu untuk membawa anak ke posyandu harus terus berjalan. Ini berlaku secara umum, tidak hanya imunisasi campak.
Melainkan untuk kesehatan lainnya juga. “Ternyata tingkat kunjungan ke posyandu itu belum maksimal. Bahkan ada wilayah, kalau tidak datang ke posyandu, dijemput oleh petugas Babinsa,” katanya, Senin (30/3/2026).
Sebagai komisi yang membidangi kesehatan, Iim berupaya membuat gerakan. Bagaimana anak-anak tertarik ke posyandu. “Mungkin perlu dibuat lebih menarik supaya terlihat keren,” imbuhnya.
Dia berharap, nanti posyandu bisa mulai sosialisasi kembali dan saling mengingatkan. “Puskesmas tetap jadi tumpuan, tapi masyarakat juga harus berpartisipasi,” tuturnya.
Meski tantangan yang harus dihadapi karena petugas puskesmas dan posyandu jumlahnya terbatas. Tidak sebanding dengan masyarakat. Menurutnya kesadaran masyarakat ini penting.
“Tapi kadang-kadang orang dewasa ini juga bisa, bahkan lebih rentan kalau tidak pernah diimunisasi,” ucapnya. Seperti ini momen Lebaran, biasanya orang bersalaman dan cipika-cipiki.
“Itu harus hati-hati. Kalau memang perlu pakai masker lagi, tidak apa-apa,” imbuhnya. Mengingat campak penyebarannya lewat udara yang bisa mudah terjangkit saat kumpul bersama orang banyak.
Menurutnya hal wajar saja jika banyak yang kembali memakai masker sebagai bentuk antisipasi. Kemudian masyarakat aktif dari mulut ke mulut saling mengingatkan lagi.
“Misalnya kalau ketemu bayi, jangan dicium karena kita tidak tahu apakah membawa virus atau tidak,” sebutnya. Iim berharap semua pihak kembali mengingatkan agar masyarakat tetap waspada penyebaran campak.
Hingga kini Komisi IV belum membahas spesifik penanganan campak di Balikpapan. Mengingat usai libur panjang Idul Fitri. Namun koordinasi mungkin dilakukan setelah melihat perkembangan kasus mendatang. (ang)


