Tulis & Tekan Enter
images

FOTO: Penumpang saat turun dari kapal di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kamis (26/3).

Kedatangan Pemudik ke Pelabuhan Semayang Balikpapan Meningkat, Arus Balik Diprediksi Memuncak Akhir Maret 2026

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Meski tiga kapal Pelni menurunkan sekitar 2.900 penumpang di dermaga Balikpapan pada Kamis (26/3/2026), kedatangan Pelabuhan Semayang belum sampai puncaknya. 

KM Dorolonda yang datang dari Pantoloan, Palu, misalnya, sudah lebih dulu merapat sejak sore. Berselang beberapa jam, KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang menyusul dari arah Nunukan, Kalimantan Utara.

Ketiganya membawa pulang para perantau yang memilih jalur laut sebagai jalan pulang ke Kalimantan Timur usai Lebaran.

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Ridwan Mandaliko, memperkirakan di tanggal 29-30 Maret 2026, KM Dorolonda dan KM Dobonsolo akan berlayar masuk ke Semayang. Keduanya berangkat dari Surabaya, masing-masing membawa sekitar 2.900 penumpang.

"Total 5.800 penumpang akan tiba di Balikpapan pada puncak arus balik," kata Ridwan, dikutip Jumat (27/3/2026). 

Itu berarti dalam rentang dua hari, Semayang harus memproses hampir dua kali lipat volume penumpang yang datang kemarin, dalam waktu yang jauh lebih mampat.

Ridwan mengakui lonjakan tahun ini. Di mana tren pertumbuhan penumpang menyentuh 10 hingga 15 persen dibanding tahun lalu. 

Tapi ia tidak ingin angka itu menjadi alasan kelimpungan. Armada tambahan sudah disiapkan, dan Pelni memasang jaminan: tidak ada penumpang yang tertinggal.

"Kami sudah antisipasi dengan tambahan ekstra dan kami pastikan semua penumpang terangkut," tegasnya.

Data dari Posko Angkutan Laut periode 13-22 Maret 2026 membukukan 28 kapal melayani rute di Semayang selama periode tersebut, mengangkut 29.826 penumpang berangkat dan menurunkan 7.926 penumpang.

Kepala Bidang Lalu Lintas Angkutan Laut KSOP Kelas I Balikpapan, Agustinus Simanjuntak, mencatat pertumbuhan penumpang tahun ini mencapai 8,94 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Angka itu bukan sekadar statistik musiman. Ia menunjukkan bahwa kapal laut bukan lagi pilihan terakhir bagi pemudik Kalimantan Timur, melainkan pilihan yang terus tumbuh peminatnya, Lebaran demi Lebaran. (zyn)



Tinggalkan Komentar

//