Tulis & Tekan Enter
images

Kejati Kaltim Selamatkan Keuangan Negara Rp214,28 Miliar dari Kasus Korupsi Tambang di Kukar

Kaltimkita.com, BALIKPAPAN – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur (Kejati Kaltim) berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp214.283.871.000 dalam penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait pemanfaatan barang milik negara pada kegiatan pertambangan oleh PT. Jembayan Muara Bara (JMB) Group di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Keberhasilan tersebut diumumkan pada Kamis (26/3/2026). Tim penyidik bidang tindak pidana khusus Kejati Kaltim melakukan penyelamatan aset berupa uang tunai sebesar Rp214.283.871.000 serta sejumlah mata uang asing yang turut diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Selain uang rupiah, penyidik juga menyita berbagai mata uang asing, antara lain:

12.900 dolar Amerika Serikat (USD)

90.125 dolar Amerika Serikat (USD)

11.909 dolar Singapura (SGD)

4.280 dolar Australia (AUD)

600 euro (EUR)

194 ringgit Malaysia

540 dolar Hong Kong (HKD)

4.280 won Korea

4.280 yuan Tiongkok

1 ringgit Brunei

4 Yi Yuan

90 franc Swiss (CHF)

Penyidikan kasus ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Kalimantan Timur Nomor: Print-04.f/O.4/Fd.1/1/2026 tertanggal 19 Januari 2026. Perkara tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pemanfaatan barang milik negara pada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi dalam pelaksanaan kegiatan pertambangan oleh PT JMB Group di wilayah Kutai Kartanegara.

Dalam proses penyidikan yang berlangsung, tim penyidik tindak pidana khusus Kejati Kaltim telah menetapkan enam orang tersangka, yang terdiri dari pihak swasta maupun penyelenggara negara. Seluruh tersangka juga telah dilakukan penahanan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut.

Pihak Kejati Kaltim menegaskan bahwa penyelamatan aset negara ini merupakan bagian dari komitmen penegakan hukum dalam memberantas tindak pidana korupsi serta memulihkan kerugian keuangan negara. Proses penyidikan terhadap perkara ini masih terus berjalan untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat. (*)


TAG Korupsi

Tinggalkan Komentar

//