Kaltimkita.com, BALIKPAPAN - Seorang kru kapal dilaporkan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kerja tragis di atas dek KM Madani Nusantara pada Rabu (28/1/2026).
Korban yang diketahui bernama Dony Wiranatta (21), seorang Kelasi, mengembuskan napas terakhirnya setelah tubuhnya terhimpit alat berat ekskavator saat proses pemuatan barang berlangsung di Pelabuhan Semayang Balikpapan.
Peristiwa ini bermula ketika kapal yang hendak berlayar dari Balikpapan ke Pare-Pare tersebut memulai kegiatan pemuatan sekitar pukul 20.00 WITA.
Saat itu, petugas sedang menaikkan unit ekskavator ke atas kapal yang bersandar di posisi sisi kanan.
Korban bertugas sebagai pembelit tali yang berfungsi sebagai alas roda alat berat guna melindungi lantai kapal agar tidak mengalami kerusakan atau lecet.
Namun, sekitar pukul 21.50 WITA, situasi berubah menjadi maut ketika alat berat tersebut melakukan manuver di atas dek.
Berdasarkan keterangan rekan kerja korban, Syukur, yang menjabat sebagai Kelasi I KM Madani Nusantara, insiden terjadi saat alat berat sedang bergerak naik dan berbelok.
"Jadi pada saat alat berat ini belok, posisinya korban ada di samping, sehingga kegencet," ujar Syukur, Kamis (29/1/2026).
Syukur meluruskan simpang siur informasi yang beredar mengenai penyebab pasti kematian korban.
Ia menegaskan bahwa Dony tidak terlindas oleh roda atau rantai alat berat, melainkan terjepit di antara badan ekskavator dan dinding kapal.
"Dia hanya kegencet sedikit, tapi namanya di bagian kepala, karena itu bagian vital," tegasnya. Menurutnya, korban mengalami benturan hebat antara alat berat dengan pelat dinding kapal yang mengakibatkan luka fatal.
Proses evakuasi dilakukan sekitar 20 menit setelah kejadian, namun nyawa Dony tidak tertolong akibat cedera berat di area kepala.
Sebelum insiden, korban diketahui sedang mengatur tali di bawah arahan Mualim 1. Syukur menduga adanya faktor kurangnya fokus saat alat berat mulai bergerak mendekati dinding kapal.
Kecelakaan ini terjadi sesaat sebelum kapal dijadwalkan bertolak menuju Pare-Pare.
"Rencananya dua alat (yang dimuat), posisi di atas kapal itu sudah tiga unit sama satu ekskavator ini," tambah Syukur.
Seharusnya, KM Madani Nusantara dijadwalkan keluar dari pelabuhan Balikpapan paling lambat pukul 00.00 WITA.
Usai dievakuasi, korban lantas dilarikan menuju RS Bhayangkara untuk dilakukan otopsi dan pemberitahuan kepada pihak keluarga. (zyn)


